kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

APINDO Minta Pemerintah Berbenah: Demonstrasi Mengganggu Bisnis


Jumat, 29 Agustus 2025 / 17:38 WIB
APINDO Minta Pemerintah Berbenah: Demonstrasi Mengganggu Bisnis
ILUSTRASI. theo.domina -- ketua Apindo Bidang Kebijakan Publik, Danang Girindrawardana. APINDO menilai sikap pemerintah dalam menanggapi demonstrasi massa beberapa hari terakhir menjadi penentu iklim bisnis dalam negeri.


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menilai sikap pemerintah dalam menanggapi demonstrasi massa beberapa hari terakhir menjadi penentu iklim bisnis dalam negeri. 

Dewan Pakar APINDO Danang Girindrawardana menyebut, pada dasarnya aksi demonstrasi yang marak belakangan ini mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah yang dianggap kurang berpihak pada masyarakat, termasuk dunia usaha.

“Pemerintah kurang berpihak pada masyarakat dengan ancaman verbal yang dikeluarkan oleh beberapa pejabat pemerintahan,” kata Danang kepada Kontan, Jumat (29/8/2025). 

Baca Juga: Buruh Tuntut Kenaikan Upah 10,5% pada 2026, Apindo Bilang Begini

Ia tak menampik bahwa aspirasi yang diwujudkan dalam bentuk demo besar-besaran, yang sayangnya kini diwarnai kerusuhan dan tindakan anarkis, menjadi gangguan signifikan bagi kondisi ekonomi. Namun, aparat malah memperparah kondisi dengan tindakan represif yang sampai menimbulkan korban jiwa.

Dus, dampak demonstrasi sudah langsung terasa pada dunia usaha. Banyak kantor memilih meliburkan karyawan atau menutup lebih awal lantaran transportasi umum dan ojek online terhenti. Kondisi ini pada gilirannya menurunkan kelancaran bisnis dan menambah citra negatif bagi iklim investasi.

Danang menegaskan sebagian besar pelaku usaha memahami perjuangan para pendemo. Maka dari itu, ia mengimbau pemerintah agar segera merespons dengan langkah konkret. 

“Apakah demo ini berjangka pendek atau panjang sepenuhnya tergantung pada respon pemerintah. Saya lihat aksi demo ini dipicu oleh hilangnya empati para pejabat publik pada kesulitan masyarakat,” ungkapnya.

Jika pemerintah mau meninggalkan perilaku hedonis dan berhenti memanjakan pejabat dengan berbagai fasilitas dan tunjangan keuangan, Danang bilang amarah publik bisa mereda.

Maka ia mendorong pemerintah memperbaiki integritas dengan membersihkan diri dari perilaku hedonis, kolutif, dan koruptif sebelum menjanjikan perbaikan ekonomi.

Ia mengaku belum akan merevisi target akhir tahun dan menunggu kondisi hingga akhir kuartal III nanti. Namun, ia menegaskan jika tak ada perubahan signifikan dari pemerintah, kondisi makro, termasuk iklim bisnis bakal kena dampak buruknya.

“Kalau pemerintah tidak berbenah, kebijakan ekonomi hanya akan berpihak pada lingkaran kecil dan amarah publik akan terus meluas,” tegas Danang.

Baca Juga: Tahap Awal Danantara Bakal Investasi Dalam Negeri, Apindo: Buka Peluang Kolaborasi

Selanjutnya: Pengamat Soroti Kenaikan Tunjangan DPR RI Tak Dibarengi dengan Peningkatan Kinerja

Menarik Dibaca: Glidden Umumkan Warna Cat Tahun 2026, Warm Mahogany Jadi Simbol Tradisi Modern

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×