kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Apindo: Perusahaan multinasional cuma cari untung


Selasa, 12 November 2013 / 13:44 WIB
Apindo: Perusahaan multinasional cuma cari untung
ILUSTRASI. Pepaya bisa menurunkan berat badan dan melunturkan lemak perut.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menegaskan tidak ada negara asing di Asia maupun di luar Asia yang mau membantu Indonesia saat World Trade Organization (WTO) berlangsung. Menurut Sofjan, semua negara asing sudah tidak percaya dengan Indonesia.

"Tidak ada satupun yang pas membantu kita. Kita tidak dipercaya," ujar Sofjan Wanandi dalam acara diskusi panel peran aktif dan kepentingan Indonesia dalam WTO di kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (12/11).

Sebagai seorang pengusaha, Sofjan melihat hampir semua perusahaan multinasional yang sudah menanam modal, maupun yang baru melirik Indonesia, hanya mencari keuntungan untuk negaranya sendiri. Sofjan menilai Indonesia hanya sebagai sasaran empuk negara berkembang.

"Perusahaan multinasional di Indonesia hanya mencari untung, dan kita mati-matian bertahan terus," ungkap Sofjan.

Menurut Sofjan jika Indonesia tidak bisa bangkit dari perekonomian, tanah air hanya akan dipermainkan saat WTO. Dalam hal ini kebijakan pemerintah pusat dinilai Sofjan tidak mendukung pengusaha dan produksi dalam negeri.

"Dengan situasi ekonomi order menurun cost naik. Tidak punya banyak lagi proteksi, karena kita merasa negara hebat. Padahal perekonomian yang kita hasilkan tidak maksimal dibandingkan 5 tahun sebelumnya," papar Sofjan. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×