kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.874   -61,00   -0,34%
  • IDX 5.837   -59,50   -1,01%
  • KOMPAS100 756   -8,23   -1,08%
  • LQ45 577   -7,01   -1,20%
  • ISSI 202   -1,09   -0,54%
  • IDX30 327   -4,04   -1,22%
  • IDXHIDIV20 403   -4,41   -1,08%
  • IDX80 86   -0,94   -1,08%
  • IDXV30 109   -0,68   -0,62%
  • IDXQ30 105   -1,28   -1,20%

Sofjan Wanandi: Indonesia tidak perlu ikut WTO


Selasa, 12 November 2013 / 13:30 WIB
ILUSTRASI. Pare membantu menurunkan gula darah pada penderita diabetes.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menilai Indonesia tidak perlu ikut serta dalam World Trade Organization (WTO). Karena itu Sofjan ingin mengajak para pengusaha yang diundang mengikuti penyelenggaraan World Trade Organization (WTO) di Bali untuk tidak terlalu concern.

"Saya ingin di Bali kita (pengusaha) main-main aja di Bali," ujar Sofjan Wanandi dalam acara diskusi panel peran aktif dan kepentingan Indonesia dalam WTO di kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (12/11).

Sofjan menilai, saat WTO yang akan diselenggarakan pada bulan Desember, para pengusaha dari negara-negara berkembang hanya berselisih untuk mendapatkan kepentingan negaranya masing-masing. Sedangkan negara Indonesia menurut Sofjan tak mendapat keuntungan apapun.

"Mereka (pengusaha asing) berkelahi diantara yang gede-gede, nggak mungkin kita punya kemampuan," ungkap Sofjan.

Sofjan menjelaskan saat WTO nanti, Indonesia tidak bisa menawarkan kebijakan apapun selain sektor pariwisata. Selain itu, negara Indonesia hanya jadi bulan-bulanan negara kuat dan berkembang.

"Kita terus ditekan. Cuma sektor wisata kita lah yang paling dikenal Bali, selain itu kita nggak melihat apa-apa lagi," jelas Sofjan. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×