kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

APPRI Connect: Sinergi industri pariwisata solusi pemulihan ekonomi di tengah pandemi


Sabtu, 03 Juli 2021 / 20:47 WIB
APPRI Connect: Sinergi industri pariwisata solusi pemulihan ekonomi di tengah pandemi
ILUSTRASI. Kursi kosong berjejer di kawasan pariwisata Pantai Kuta, Badung, Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Merosotnya jumlah kunjungan wisatawan yang signifikan akibat pembatasan kegiatan di tengah pandemi covid-19 berdampak besar terhadap industri pariwisata. Dalam diskusi daring Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI) Connect yang digelar Jum'at (2/7), mengemuka bahwa untuk membantu pemulihan sektor pariwisata diperlukan kolaborasi dan langkah-langkah kreatif dalam menggali potensi wisata baru di Indonesia.

Bali masih menjadi salah satu andalan utama Indonesia di sektor pariwisata. Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa dalam kesempatan tersebut memastikan bahwa Bali telah menyusun berbagai program dan langkah-langkah penting untuk kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan di berbagai destinasi wisata dan fasilitas publik. Termasuk menjalankan protokol kesehatan yang tergabung dalam strategi Trust, Trial, dan Travel. 

I Putu Astawa menyampaikan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan polisi, TNI, satpol PP dan pecalang untuk memastikan semua program berjalan lancar. "Kita butuh kolaborasi sebanyak-banyaknya sehingga untuk mewujudkan mimpi kita menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung (pendapatan) bisa kita capai," ujar I Putu Astawa. 

Selain Bali, Yogyakarta juga menjadi andalan Indonesia di sektor pariwisata. Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta Ayu Cornellia menyampaikan bahwa industri pariwisata memang perlu mempersiapkan diri dan berbenah di era pandemi ini supaya dapat menerima wisatawan sesuai protokol kesehatan.

Baca Juga: Asita: Akibat pandemi, hanya 5% perusahaan perjalanan wisata yang mampu bertahan

Ayu yang juga merupakan Director dan Co-Founder Cornellia & Co. tersebut juga menegaskan program-program pemulihan pariwisata perlu didukung pula dengan komunikasi pemasaran yang harus dilakukan masing-masing destinasi wisata. 

Dalam kesempatan yang sama, Co-founder Ticket.com, Gaery Undarsa melihat bahwa tren wisata berubah akibat pandemi. Wisatawan bepergian untuk mencari pengalaman, ingin merasakan budaya masyarakat lokal. "It's time to reset, ini waktunya untuk menyesuaikan kembali dan menggali terus hal-hal unik untuk mencari customer baru," ujarnya. 

Dalam menanggapi situasi terkini, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) R. Kurleni Ukar menyampaikan bahwa pihaknya telah membuat langkah strategis berupa 3G yakni Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), dan Gaspol (Garap semua potensi lapangan kerja).

Menurutnya program 3G ini sebagai respon pemerintah untuk beradaptasi dengan keadaan sembari tetap patuh menjalankan protokol kesehatan.  “Kerja besar kita semua saat ini adalah pemulihan kesehatan untuk mengatasi pandemi Covid-19 melandai setelah itu pariwisata akan hadir menjadi solusi konkret pemulihan ekonomi,” ujar Ukar. 

Sementara itu, Wakil Ketua APPRI  Sari Soegondo berharap APPRI Connect dapat menjadi ruang dan kesempatan bagi para praktisi komunikasi pemasaran dan kehumasan untuk saling berkolaborasi dan mendukung sektor pariwisata Indonesia.

Selanjutnya: Varian Delta kian menyebar, negara-negara perketat perbatasan dan percepat vaksinasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×