kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

APTRI enggan jual gula ke Bulog


Kamis, 12 Oktober 2017 / 20:56 WIB


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menolak menjual gulanya ke Perusahaan Umum (Perum) Bulog.

"Kita tak mau jual ke Bulog, mereka makelar," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) APTRI, Nur Khabsyin kepada Kontan.co.id, Kamis (12/10).

Kehadiran Bulog dalam perdagangan gula hanya dipandang sebagai makelar. Khabsyin bilang hal itu dikarenakan pedagang membeli gula petani melalui Bulog.

Namun, saat ini Khabsyin bilang pedagang masih belum mau membeli gula petani. Pedagang takut untuk bertransaksi langsung dengan petani. "Pedagang takut beli, takut ditangkap polisi," terangnya.

Sebelumnya Bulog mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk melakukan penyerapan gula petani. Gula petani dibeli dengan harga Rp 9.700 per kilogram (kg). Harga tersebut di atas harga acuan pembelian yang hanya Rp 9.100 per kg.

Karena diduga Bulog melakukan monopoli, APTRI melaporkan Bulog ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Hingga saat ini Khabsyin bilang proses pelaporan tersebut terus berlanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×