kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

APTRI enggan jual gula ke Bulog


Kamis, 12 Oktober 2017 / 20:56 WIB
APTRI enggan jual gula ke Bulog


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menolak menjual gulanya ke Perusahaan Umum (Perum) Bulog.

"Kita tak mau jual ke Bulog, mereka makelar," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) APTRI, Nur Khabsyin kepada Kontan.co.id, Kamis (12/10).

Kehadiran Bulog dalam perdagangan gula hanya dipandang sebagai makelar. Khabsyin bilang hal itu dikarenakan pedagang membeli gula petani melalui Bulog.

Namun, saat ini Khabsyin bilang pedagang masih belum mau membeli gula petani. Pedagang takut untuk bertransaksi langsung dengan petani. "Pedagang takut beli, takut ditangkap polisi," terangnya.

Sebelumnya Bulog mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk melakukan penyerapan gula petani. Gula petani dibeli dengan harga Rp 9.700 per kilogram (kg). Harga tersebut di atas harga acuan pembelian yang hanya Rp 9.100 per kg.

Karena diduga Bulog melakukan monopoli, APTRI melaporkan Bulog ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Hingga saat ini Khabsyin bilang proses pelaporan tersebut terus berlanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×