kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

AS laporkan Indonesia ke WTO


Jumat, 11 Januari 2013 / 09:47 WIB
AS laporkan Indonesia ke WTO
ILUSTRASI. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat pelaksanaan perdana vaksinasi Gotong Royong untuk pekerja di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/05/2021).


Sumber: BBC | Editor: Asnil Amri

WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) akhirnya menyeret Indonesia ke organisasi perdagangan dunia (WTO) terkait dengan kebijakan Indonesia yang membatasi impor daging sapi. Kebijakan ini dinilai AS telah merugikan eksportir daging sapi di negeri Paman Sam tersebut.

Untuk sengketa ini, AS telah mengajukan petisi atau keluhan kepada WTO. Selain kebijakan pembatasan impor daging Indonesia, AS juga mengeluhkan pembatasan pintu masuk impor produk hortikultura ke Indonesia.

Dalam pembatasan impor daging, AS mempertanyakan kebijakan Indonesia yang memberikan kuota impor untuk daging sapi. Kebijakan Indonesia itu, membuat eksportir daging sapi asal AS mengalami penurunan kinerja bisnis.

Menurut AS, kebijakan Indonesia itu merupakan bentuk dan upaya melindungi industri dalam negeri Indonesia diklaim telah melanggar aturan WTO. "Kebijakan impor Indonesia yang kompleks itu mempengaruhi ekspor pertanian dari Amerika," kata Ron Kirk, Perwakilan Dagang AS dalam sebuah pernyataan.

"Hal ini telah menjadi hambatan serius untuk ekspor pertanian AS masuk ke Indonesia, mengurangi akses konsumen Indonesia untuk membeli produk AS," katanya. Sesuai dengan aturan sengketa di WTO, keluhan dari pengusaha AS itu harus melewati tahap konsultasi dengan pihak Indonesia yang saat ini sudah diajukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×