kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45957,11   6,96   0.73%
  • EMAS989.000 9.409,62%
  • RD.SAHAM -1.34%
  • RD.CAMPURAN -0.36%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.03%

Asia Nusa meminta proteksi bagi industri otomotif lokal


Senin, 09 Januari 2012 / 09:30 WIB
Asia Nusa meminta proteksi bagi industri otomotif lokal
ILUSTRASI. Corona di Myanmar, September 12, 2020. REUTERS/Shwe Paw Mya Tin


Reporter: Sofyan Nur Hidayat | Editor: Edy Can

JAKARTA. Produsen mobil lokal perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satu dukungan yang paling penting dari pemerintah.

Harapan ini datang dari Asosiasi Industri Automotif Nusantara (Asia Nusa). Wadah produsen otomotif lokal tipe micro car dan non pabrikan besar dunia, ini meminta pemerintah memberi pembatasan tegas supaya produksi mobil berkapasitas mesin di bawah 1.000 cc hanya diperuntukkan bagi industri lokal. Jadi, pemain otomotif asing alias agen tunggal pemegang merek (ATPM) hanya bermain di atas 1.000 cc.

Ketua Umum Asia Nusa, Ibnu Susilo, mengatakan, saat ini industri mobil nasional ibarat bayi yang baru belajar berdiri. Jika tidak diproteksi dan langsung bersaing dengan industri otomotif raksasa, industri ini bakal cepat mati sebelum berkembang. "Pembatasan ini tidak melanggar ketentuan World Trade Organization (WTO). Sebab, setiap negara memiliki hak untuk memproteksi industri lokal," papar Ibnu kepada KONTAN, Minggu (8/1).

Ibnu yang juga pemilik PT Fin Tetra Indonesia, produsen mobil bermerek Fin Komodo, itu mengatakan, saat ini produsen mobil nasional sangat membutuhkan proteksi dari pemerintah. Maklum, sejumlah produsen otomotif global diperkirakan bakal melansir mobil murah yang mengusung tema low cost car and green car (mobil murah yang ramah lingkungan) mulai tahun ini.

Kabarnya, PT Toyota Astra Motor, PT Suzuki Indomobil Motor, PT Nissan Motor Indonesia, dan Tata Group, dari India bakal masuk ke segmen ini. Bayangkan saja, jika si jabang bayi bersaing langsung dengan industri global yang sudah dewasa dan matang, industri ini akan langsung terlindas para pemain dunia.

Ubah budaya rakit

Ronny HRS, pemilik PT Boneo Daya Utama yang memproduksi mobil lokal merek Boneo mengatakan, proteksi yang diminta Asia Nusa tidak akan berlaku selamanya. Cukup antara lima sampai delapan tahun saja.

Periode waktu tersebut sudah cukup bagi industri otomotif nasional untuk berbenah dan secara hitung-hitungan bisnis sudah bisa berproduksi normal. Jika industri lokal sudah cukup kuat, produsen asing boleh ikut memasarkan produk mobil di segmen yang sama. "Toh, selama ini, produsen mobil asing sudah menikmati pasar mobil yang sangat besar untuk kendaraan dengan kapasitas di atas 1.000 cc," papar Ronny.

Belum lama ini, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, mengatakan produksi mobil bermesin di bawah 1.000 cc tidak dilarang untuk asing. Tapi hingga saat ini, belum ada prinsipal asing yang tertarik masuk ke segmen mobil kecil ini.

Indonesia, menurut Ibnu, sudah saatnya memiliki industri otomotif yang maju dengan prinsipal sendiri. Budi juga memaparkan, saat ini, saja Indonesia sudah mempunyai sebanyak 800 perusahaan komponen otomotif sebagai pendukung industri otomotif dalam negeri. Namun budaya industri otomotif nasional yang saat ini masih berkutat menjadi tukang rakit bagi industri otomotif global sesegera mungkin diubah, sehingga secara bertahap bisa membangun industri mobil sendiri.

Saat ini, Asia Nusa beranggotakan delapan perusahaan dengan merek mobil yang berbeda-beda yaitu Tawon, Wakaba, Fin Komodo, Arina, GEA, Boneo, Kancil, dan ITM. Seluruh anggota adalah prinsipal lokal yang masih merancang, mengembangkan, atau sudah memproduksi mobil dengan merek sendiri.

Dari semua anggota itu, baru Komodo dan Tawon yang mulai produksi. Tidak hanya menyasar pasar dalam negeri, Asia Nusa juga berharap bisa mengekspor produk ke luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×