Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar Business Matching 2026 untuk mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kelautan dan perikanan dengan jaringan ritel modern nasional.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar dan memperkuat rantai pasok perikanan nasional.
Direktur Pemberdayaan Usaha, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Catur Sarwanto, mengatakan kegiatan ini melibatkan UMKM yang telah melalui proses seleksi dan kurasi.
Baca Juga: Transaksi Business Matching UMKM Tembus USD 90,04 Juta hingga Juli 2025
Dari sekitar 1.000 UMKM yang terdaftar, KKP menetapkan 50 pelaku usaha untuk bertemu langsung dengan buyer ritel modern.
“Tahun ini kami memilih 50 UMKM terkurasi untuk bertemu langsung dengan buyer agar produknya bisa masuk ke retail modern,” ujar Catur di sela kegiatan Business Matching 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Sebanyak 11 jaringan ritel modern nasional terlibat dalam kegiatan ini, antara lain AEON Indonesia, Transmart, Lion Superindo, Lotte Mart, IKEA Indonesia, Alfamart, FamilyMart, Grand Lucky Superstore, serta Indomaret.
Seluruh jaringan tersebut membuka peluang kerja sama dan kemitraan bagi produk UMKM perikanan yang dinilai siap pasar.
Catur menjelaskan, business matching tidak hanya berfokus pada transaksi, tetapi juga memastikan kesiapan UMKM dari berbagai aspek, mulai dari mutu produk, kemasan, hingga kontinuitas pasokan. “Kami ingin UMKM yang masuk retail modern benar-benar siap secara kualitas dan tata kelola usaha,” tegasnya.
Baca Juga: Transaksi Business Matching UMKM Tembus Rp 1,49 Triliun Hingga Agustus 2025
Dalam kegiatan ini, potensi nilai transaksi diproyeksikan mencapai sekitar Rp7 miliar, dengan peluang peningkatan melalui tindak lanjut pascakegiatan. Kepastian akses pasar diharapkan mendorong UMKM meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat standar produk secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, KKP akan melanjutkan pendampingan bagi UMKM, termasuk fasilitasi sertifikasi, penguatan kemasan dan branding, serta perluasan akses pembiayaan. Langkah ini ditujukan agar kemitraan yang terbangun dapat berjalan jangka panjang dan berkelanjutan.
Selain pasar ritel modern, KKP juga mendorong UMKM perikanan menggarap peluang dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Catur, permintaan bahan baku perikanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) cukup tinggi.
“Pasar MBG memiliki potensi besar bagi UMKM perikanan karena permintaannya tinggi,” ujarnya.
Baca Juga: FamilyMart Pacu Pertumbuhan Ritel Modern lewat Strategi Digitalisasi FamiGo
Produk perikanan yang banyak dibutuhkan dalam program MBG antara lain ikan lele siap olah tanpa kepala, ikan fillet, serta produk berduri lunak yang ramah bagi anak-anak. Program ini dinilai sejalan dengan upaya peningkatan konsumsi ikan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan inovasi menjadi kunci peningkatan daya saing produk kelautan dan perikanan nasional. Ia mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mempercepat terwujudnya industri perikanan yang maju dan berkelanjutan.
Selanjutnya: Bukan 50%, Ternyata Ini Batas Aman Cicilan Ideal dari Total Gaji Anda
Menarik Dibaca: Bukan 50%, Ternyata Ini Batas Aman Cicilan Ideal dari Total Gaji Anda
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)