kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Asimpi optimistis industri mesin perkakas terus berkembang


Senin, 16 September 2019 / 20:28 WIB
Asimpi optimistis industri mesin perkakas terus berkembang
ILUSTRASI. Produk perkakas Stanley Black and Decker


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pelaku industri mesin perkakas dalam negeri optimis bakal mencetak pertumbuhan sepanjang tahun ini.

Rudy Andriyana, Ketua Asosiasi Industri Mesin Perkakas Indonesia (Asimpi) menyampaikan industri mesin perkakas dalam negeri tengah berupaya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dari belanja pemerintah dan UMKM.

Baca Juga: Energizer Genjot Pangsa Pasar Baterainya di Indonesia yang Sebesar 23%

"Terakhir tahun ini, kami masih berusaha untuk dapat mengisi kebutuhan pemerintah," katanya pada Kontan, Senin (16/9).

Sedangkan, sambungnya, untuk industri besar membutuhkan mesin-mesin yang memiliki presisi tinggi dan heavy duty, yang mana hal ini belum bisa dipenuhi industri dalam negeri.

Selain itu, ada beberapa tantangan yang harus mereka hadapi. Ia bilang, tantangan tersebut meliputi banyaknya barang impor yang masih mendominasi pasar dalam negeri.

Meski demikian, sambungnya, industri dalam negeri akan terus berusaha memberikan pilihan substitusi import, terutama untuk spesifikasi yang light duty dan medium duty yang sudah dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri.

"Ini bisa dicapai dengan membangun komunikasi lebih baik antara industri, Kementerian perindustrian, dan kementerian pendidikan," sambungnya.

Baca Juga: Kawan Lama Sejahtera sebut industri manufaktur Jatim tumbuh meski tidak signifikan

Di lain sisi, ia menambahkan program Pemerintah tentang penguatan SDM, melalui penguatan pendidikan vokasi juga dinilai menjadi peluang bagi industri.

"Ada kerjasama pemerintah dan badan usaha, pemerintah meningkatkan anggaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang menghasilkan tenaga terampil, yang mengharuskan peran besar industri," imbuhnya.

Dengan kebutuhan fasilitas pendidikan vokasi mampu dipenuhi oleh industri dalam negeri, peserta didik vokasi melakukan magang industri serta membiasakan diri menggunakan peralatan yang digunakan di industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×