kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Asosiasi farmasi tak khawatir kehilangan jatah JKN


Minggu, 26 Maret 2017 / 19:36 WIB


Reporter: Pamela Sarnia | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Asosiasi farmasi International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) tidak khawatir dengan rencana pemerintah membentuk holding farmasi.

Parulian Simanjuntak, Direktur Eksekutif Internacional Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) menyebut, IPMG tidak takut kehilangan jatah proyek tender Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Bahwa mereka akan diutamakan untuk dapat JKN, kita bisa antisipasi. Saya rasa tidak masalah karena memang itu perusahaan pemerintah sengaja diciptakan untuk melayani penduduk yang miskin ini jadi mereka kebanyakan memproduksi non branded, obat generik," katanya, Rabu (22/3).

Sejauh ini, Parulian mengaku, tidak mengetahui alasan holding BUMN Farmasi tak kunjung terwujud. Hanya saja, dia menduga penyatuan itu akan mengurangi jatah pucuk pimpinan. "Tapi, saya yakin makin disatukan, maka BUMN farmasi bisa makin terintegrasi dan makin efisien," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×