Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra Toll Road) masih melihat peluang investasi di sektor infrastruktur, khususnya jalan tol, seiring kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang masih cukup besar.
Group Chief Financial Officer Astra Infra Toll Road, Halim Wahjana mengatakan, sebagai perusahaan yang menjalankan bisnis sebagai investor sekaligus operator, Astra Infra terus mencermati peluang pertumbuhan yang dapat memberikan nilai tambah bagi Astra secara keseluruhan.
"Kalau ditanya kriterianya seperti apa, yang pasti yang pertama dari kami sendiri tentu bagaimana kontribusinya terhadap Astra secara keseluruhan. Harapannya dengan kondisi Astra yang ada sekarang ini, kami melihat potensi untuk menambahkan income bagi Astra ini sangat memungkinkan," ujar Halim dalam paparannya di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Ia menyebut ekspansi menjadi salah satu strategi Astra. Namun, implementasi investasi akan disesuaikan dengan waktu dan kondisi yang tepat.
Dalam memilih proyek infrastruktur, salah satu pertimbangan utama Astra Infra adalah iklim investasi. Menurutnya, Astra Infra terus melakukan peninjauan terhadap kondisi tersebut serta berkomunikasi dengan pemerintah agar iklim investasi dapat mendukung pengembangan infrastruktur.
Baca Juga: 5,3 Juta Kendaraan Melintasi Ruas Tol Astra Infra Selama Periode Lebaran 2026
Selain itu, Astra Infra melakukan proses due diligence secara komprehensif sebelum mengambil keputusan investasi. Proses tersebut tidak hanya mencakup aspek finansial, tetapi juga teknikal, legal, hingga struktur proyek.
"Kami melakukan due diligence yang sangat komprehensif. Bukan hanya dari sisi finansial, tetapi juga dari sisi teknikal, legal, dan juga struktur yang ada. Itu yang kami jaga supaya aset ini bukan hanya meningkat, tetapi untuk menjangkaunya pun menjadi sesuatu aset yang sustainable bagi perusahaan kami," jelasnya.
Pertimbangan berikutnya adalah potensi pengembangan aset. Astra Infra akan melihat apakah aset yang dipilih dapat dikembangkan dan dioperasikan secara lebih efisien sehingga mampu memberikan kinerja yang optimal.
"Kami yakin bahwa aset ini bisa kami kembangkan, kita bisa lebih efisienkan, sehingga kemudian kami bisa perform," katanya.
Saat ini, Astra Infra mengelola sekitar 396 kilometer (km) jalan tol atau sekitar 30% dari total jaringan Tol Trans Jawa. Portofolio tersebut mencakup sejumlah ruas tol, antara lain Tangerang-Merak, Cikopo-Palimanan (Cipali), Semarang-Solo, Jombang-Mojokerto, serta Surabaya-Mojokerto.
Selain jalan tol, Astra Infra juga memiliki bisnis pelabuhan melalui Pelabuhan Penajam Banua Taka di Kalimantan. Perseroan juga memiliki Astra Infra Solutions yang memberikan dukungan terhadap operasional dan efisiensi bisnis jalan tol.
Baca Juga: Volume Kendaraan di Ruas Tol Astra Infra Melonjak Hingga 268% Selama Lebaran 2026
Dari sisi lalu lintas, Astra Infra mencatat pertumbuhan trafik sekitar 2,8% secara year to date pada tahun ini. Pertumbuhan tersebut turut mencerminkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang masih berjalan.
Astra Infra juga mencatat pertumbuhan trafik sekitar 3% selama periode Lebaran tahun ini.
Di sisi lain, Astra Infra terus meningkatkan kapasitas dan kualitas jalan tol yang dikelola. Salah satunya melalui pelebaran ruas, termasuk Cirebon Barat-Cirebon Timur. Perseroan menyebut sekitar 71% ruas di jaringan yang dikelola telah memiliki tiga lajur.
Untuk menjaga kualitas aset, Astra Infra juga melakukan pemeliharaan jalan dengan pendekatan preventif dan prediktif. Salah satu pekerjaan pemeliharaan yang tengah berlangsung berada di ruas Cipali, khususnya pada kilometer 110 hingga kilometer 180.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi jalan sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran.
Baca Juga: Arus Balik, Volume Kendaraan di Ruas Tol Astra Infra Naik 116% dari Kondisi Normal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














