kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.035   17,00   0,10%
  • IDX 7.087   -97,91   -1,36%
  • KOMPAS100 979   -13,99   -1,41%
  • LQ45 718   -9,06   -1,25%
  • ISSI 253   -3,67   -1,43%
  • IDX30 389   -4,17   -1,06%
  • IDXHIDIV20 483   -3,95   -0,81%
  • IDX80 110   -1,43   -1,28%
  • IDXV30 134   -0,74   -0,55%
  • IDXQ30 127   -1,16   -0,90%

Australia dan Indonesia bekerjasama atasi penyakit hewan


Kamis, 10 Maret 2011 / 08:30 WIB
Waralaba Seblak Coy.foto dok.Seblak Coy


Reporter: Herlina KD | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kementerian Pertanian dan Kementerian Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia bekerjasama untuk membangun sistem kesehatan hewan. Kerjasama ini didanai oleh AusAID dengan total dana yang digelontorkan sebesar A$ 22 juta.

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krishnamurti mengungkapkan, dalam kerjasama ini nantinya Indonesia dan Australia akan melakukan kerjasama penanggulangan penyakit hewan.

"Terutama untuk penyakit rabies, antraks, flu burung dan brucellosis," ujarnya sesuai menerima Menteri Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia Joe Ludwig Kamis (9/3).

Ia menambahkan, kerjasama mencakup tiga hal. Pertama, penguatan struktur dan fungsi koordinasi di bidang kesehatan hewan nasional, kedua penguatan sistem manajemen informasi, kemampuan laboratorium dan fungsi karantina. Ketiga, "Pelayanan kesehatan hewan nasional di tingkat daerah," tambah Bayu.

Bayu bilang, kerjasama ini akan berlangsung selama empat tahun dan akan berakhir pada tahun 2014 nanti. Dengan adanya kerjasama ini, Bayu bilang Indonesia dan Australia sepakat untuk melakukan kerjasama dalam jangka panjang.

Catatan saja, Indonesia mengimpor beberapa komoditi pertanian dari Australia seperti daging sapi, susu, gula, dan gandum. Sementara Australia banyak mengimpor komoditi hortikultura seperti manggis, nanas, dan sayur-sayuran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×