kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

AUTO Perkuat Bisnis Komponen, Bidik Pertumbuhan dari OEM hingga Aftermarket


Kamis, 24 September 2026 / 15:21 WIB
AUTO Perkuat Bisnis Komponen, Bidik Pertumbuhan dari OEM hingga Aftermarket
ILUSTRASI. Produk aki mobil listrik GS Astra EV Auxiliary Battery produksi AUTO (KONTAN/Prayogi Ikhrawinata)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) terus memperkuat bisnis komponen otomotif di tengah dinamika industri kendaraan nasional. 

Perseroan mengandalkan pertumbuhan segmen manufaktur dan perdagangan, sekaligus memperluas portofolio produk untuk kendaraan berbahan bakar konvensional, hybrid, hingga battery electric vehicle (BEV).

Director PT Astra Otoparts Tbk Sophie Handili mengatakan, kinerja perseroan hingga semester I-2026 masih menunjukkan pertumbuhan. AUTO membukukan pendapatan bersih sekitar Rp10,85 triliun atau tumbuh 13,2% secara tahunan.

Sementara itu, laba bersih AUTO mencapai Rp1,15 triliun, meningkat 22,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan kinerja keuangan kami didukung oleh perkembangan dari kedua segmen utama kami di manufacturing maupun perdagangan," ujar Sophie dalam paparannya, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Astra Otoparts (AUTO) Bawa Teknologi Otomasi Manufaktur ke Filipina

Dari sisi bisnis, segmen manufaktur menyumbang sekitar 51% terhadap total pendapatan AUTO pada semester I-2026. Segmen ini mencatat pertumbuhan 11,6% secara tahunan.

Adapun kontribusi bisnis manufaktur berasal dari brand Astra dan non-Astra dengan komposisi masing-masing sekitar 67% dan 33%. Dari sisi kendaraan, bisnis roda empat menyumbang sekitar 49% pendapatan manufaktur, sedangkan roda dua sekitar 47%.

AUTO juga terus menambah portofolio komponen untuk kendaraan roda dua dan roda empat, termasuk untuk kendaraan internal combustion engine (ICE), hybrid, dan BEV. Langkah tersebut dilakukan seiring perseroan memperluas basis pelanggan dan model kendaraan yang dilayani.

Di segmen perdagangan, pertumbuhan hingga semester I-2026 mencapai 15,1% secara tahunan. Bisnis domestik menjadi salah satu penopang dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 16,2%.

Perseroan juga memperluas jaringan perdagangan dan ritel. Hingga Juni 2026, jaringan ritel AUTO telah mencapai 667 gerai yang melayani kebutuhan kendaraan roda dua dan roda empat.

Selain pasar domestik, AUTO mengembangkan pasar ekspor untuk produk aftermarket yang saat ini telah dipasarkan ke lebih dari 50 negara. Perseroan juga mengembangkan kanal digital melalui Astra Otoshop untuk menghubungkan pembelian digital dengan outlet yang berpartisipasi.

Baca Juga: Populasi Kendaraan Tembus 165 Juta Unit, AUTO Yakin Bisnis Aki Replacement Prospektif

Di tengah pergeseran teknologi kendaraan, AUTO turut mempersiapkan bisnis untuk masuk lebih dalam ke ekosistem kendaraan listrik. Perseroan mengembangkan komponen untuk kendaraan hybrid dan BEV serta memperkuat bisnis infrastruktur pengisian kendaraan listrik.

AUTO memproduksi EV charger dengan merek Altro dan mengelola jaringan Astra Otopower. Hingga Juni 2026, jaringan Astra Otopower mencapai 70 titik, termasuk pengisi daya berkapasitas hingga 240 kW. 

Perseroan juga berkolaborasi dengan PLN dalam pengembangan infrastruktur tersebut.

Selain pengembangan bisnis otomotif, AUTO mulai memanfaatkan kapabilitas manufakturnya untuk mengembangkan bisnis di luar sektor otomotif. Salah satunya melalui pengembangan perangkat medis yang saat ini telah menjangkau lebih dari 7.000 puskesmas dan 70 rumah sakit di Indonesia.

Sophie menegaskan diversifikasi tersebut bukan berarti mengurangi fokus AUTO pada bisnis otomotif. Perseroan tetap menjadikan bisnis komponen otomotif sebagai core business, sembari memanfaatkan kompetensi manufaktur yang dimiliki untuk membuka peluang pertumbuhan baru.

"Fokus Astra Otoparts untuk terus memperkuat bisnis komponen otomotif sebagai core business baik di segmen OEM, trading dan juga memperkuat, memperluas pasar ekspor, mempersiapkan kapabilitas menghadapi elektrifikasi dan meningkatkan daya saing manufaktur kami," jelasnya.

Baca Juga: Astra Otoparts (AUTO) Luncurkan Baterai EV dan Layanan Baru di GIIAS 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×