kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Awali 2019, Kemtan lepas ekspor produk sayuran ke Singapura


Kamis, 03 Januari 2019 / 11:34 WIB

Awali 2019, Kemtan lepas ekspor produk sayuran ke Singapura
ILUSTRASI. KUNJUNGAN KERJA MENTAN DI TRENGGALEK

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) kembali melepas ekspor produk pertanian dari Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, ke Singapura, Hong Kong dan Brunei Darussalam.

Meski tidak menyebutkan berapa volume dan nilai ekspor sayuran tersebut, tapi Kemtan mengklaim volume ekspor sayuran per tahunnya mencapai 1.500 ton. Kemtan menilai ini suatu kemajuan karena sebelumnya Indonesia mengimpor produk sayuran dari Australia dan Amerika.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, jenis sayur yang diekspor meliputi buncis kenya, buncis super, edamame, zuchini, kyuri, red oakleaf dan radichio. "Jenis sayuran ini dapat tumbuh baik di dareah Bandung dan sekitarnya,"ujarnya, Kamis (3/1).

Menurut Amran, kinerja ekspor produk pertanian berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Berdasakan data Badan Pusat Statistik (BPS) akumulasi kinerja ekspor pangan sejak 2016 - 2018 naik 29%, inflasi pangan pada 2014 sebesar 10,57% turun menjadi 1,26% pada 2017.

Direktur Jenderal Hortikultura Kemtan Suwandi menambahkan, ekspor hortikultura pada periode Januari-Desember 2018 naik 11,92% dibanding periode yang sama tahun 2017. Pada periode tersebut ekspor sayuran naik 4,8% dan ekspor buah naik signifikan 26,27%.

"Jenis buah yang banyak diekspor antara lain nanas, pisang dan manggis. Neraca perdagangan durian kita pada periode tersebut untuk pertama kalinya mencatatkan rekor surplus setelah beberapa tahun selalu defisit," ujarnya.

Terkait ekspor sayuran segar, Suwandi menegaskan pihaknya akan terus mendorong perbaikan teknologi budidaya yang lebih ramah lingkungan. Hal ini dimaksudkan agar menghasilkan produk yang layak konsumsi dan mendukung peningkatan gizi masyarakat.

“Potensi produksi sayuran kita mengisi pasar ekspor masih terbuka luas. Kita tinggal tingkatkan lagi kualitas produksi dan penanganan pascapanen nya, mengingat tuntutan konsumen makin menghendaki sayuran yang fresh dan menyehatkan," tukasnya.


Sumber : Tribunwow.com
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0503 || diagnostic_web = 0.2601

Close [X]
×