kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Azas Cabbotage Tak Dongkrak Industri Perkapalan Indonesia


Senin, 17 Mei 2010 / 15:38 WIB
Azas Cabbotage Tak Dongkrak Industri Perkapalan Indonesia


Reporter: Fitri Nur Arifenie |

JAKARTA. Pemberlakuan azas cabbotage tidak serta merta akan meningkatkan industri perkapalan di Indonesia.

Menurut Direktur PAL Indonesia Hersusanto, di sisi industri perkapalan, pemberlakuan azas cabbotage tersebut bisa menambah armada untuk pengangkutan komoditi. Namun, dari sisi galangan kapal, tidak dapat meningkatkan industri galangan kapal.

“Karena dari penambahan armada 6.100 unit menjadi 9.300 unit kapal, hanya sebanyak 50 kapal yang merupakan kapal baru. Sisanya adalah kapal bekas,” kata Hersusanto.

Untuk mencegah hal ini, mestinya ada kebijakan yang mengaturnya. Misalnya, kebijakan untuk mengatur penggunaan kapal bekas. Nah, selanjutnya, harus ada aturan main soal usia kapal bekas. Dengan adanya peraturan tersebut, maka tidak bisa seenaknya membeli kapal bekas.

Dari jumlah kapal yang berbendera di Indonesia, sebanyak 80% merupakan kapal bekas. Sedangkan 20% merupakan kapal baru.

“Masa terus-terusan kita harus impor kapal bekas, kapan kita pinternya? Harus ada suatu konsep, kalau dia impor dua kapal bekas, maka satu kapal harus dibangun di Indonesia, ada balancingnya,” kata Hersusanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×