kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Bahlil Minta Masyarakat Menengah ke Atas Tak Pakai BBM Subsidi


Selasa, 22 September 2026 / 15:33 WIB
Bahlil Minta Masyarakat Menengah ke Atas Tak Pakai BBM Subsidi
ILUSTRASI. BBM Langka, SPBU Dipenuhi Antrean Kendaraan (Tribun Medan/Danil Siregar)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke atas untuk tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, ya janganlah pakai BBM subsidi," ujar Bahlil saat ditemui usai pembukaan Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, penggunaan BBM subsidi oleh masyarakat yang tak berhak dapat mengurangi porsi BBM yang seharusnya diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Hal ini juga dinilai turut memicu terjadinya shifting (pergeseran) konsumsi BBM non-subsidi ke BBM subsidi.

Baca Juga: Kementerian ESDM Tegaskan RKAB Bayan Resources Rampung, Tepis Rumor Akuisisi

"Memang terjadi shifting, gimana nggak shifting kalau mobil bagus begitu aja diisi pakai minyak subsidi, habis itu dijual lagi. Ya kasihan itu kan saudara-saudara kita yang berhak menerimanya yang kita ambil kan," tegas Bahlil.

Di sisi lain, terkait harga, Bahlil juga memastikan harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi akan mengikuti perkembangan harga minyak global yang juga ter dalam Indonesia Crude Price (ICP).

"Kalau harga minyak non-subsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar global, ICP-nya naik, otomatis dia (BBM non-subsidi) akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan terkoreksi," jelasnya.

Bahlil menambahkan, pemerintah juga memastikan cadangan BBM berada pada level minimal 18 hingga 21 hari.

"Yang terpenting sekarang adalah pemerintah memastikan cadangan BBM kita itu ada pada standar minimal, 18 sampai dengan 21 hari," imbuh dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×