kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

RKAB Batubara 2027 Dievaluasi, Kementerian ESDM Pertimbangkan Kebutuhan Pasar


Sabtu, 07 November 2026 / 13:30 WIB
RKAB Batubara 2027 Dievaluasi, Kementerian ESDM Pertimbangkan Kebutuhan Pasar
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno (Dok/ESDM)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengevaluasi kebutuhan produksi batubara dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027. 

Pemerintah tidak ingin menetapkan kuota produksi terlalu tinggi hanya dengan mengikuti pengajuan dari perusahaan tambang.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, pemerintah akan mempertimbangkan kembali besaran produksi batubara yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Menurut Tri, pengajuan produksi dari pelaku usaha perlu dievaluasi agar kuota yang ditetapkan tidak melampaui kebutuhan.

Baca Juga: Biaya Logistik Industri Makanan dan Minuman Naik 3 Kali Lipat Imbas Pelemahan Rupiah

"Kalau misalnya kita mengikuti kemauan terlalu tinggi sekali. Jadi, kita kemungkinan akan evaluasi terkait dengan kebutuhan yang pas itu dianggap berapa," ujar Tri di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (6/11/2026).

Tri menyebut, produksi batubara pada tahun ini berada di kisaran 700 juta ton lebih sedikit. 

Namun, pemerintah belum memutuskan besaran kuota produksi batubara yang akan ditetapkan dalam RKAB 2027.

Baca Juga: ESDM Alihkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang ke Kemhan untuk Dukung Kopassus

Saat ditanya apakah kuota produksi tahun depan akan lebih rendah dibandingkan tahun ini, Tri belum memberikan kepastian. Pemerintah masih menghitung kebutuhan produksi yang dinilai paling sesuai.

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan penyesuaian kuota produksi batubara dalam RKAB 2026 di kisaran 700 juta metrik ton. 

"700 lebih sedikit lah," kata Tri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×