kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Bahlil Resmikan Kilang LPG Cilamaya, Kapasitas Produksi 160 Ton per Hari


Kamis, 15 Oktober 2026 / 17:31 WIB
Bahlil Resmikan Kilang LPG Cilamaya, Kapasitas Produksi 160 Ton per Hari
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya M (KONTAN/Arif Ferdianto)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meresmikan kilang Liquefied Petroleum Gas (LPG) Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).

Fasilitas yang dikelola PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) ini memiliki kapasitas produksi 160 ton LPG per hari. Kapasitas tersebut setara dengan produksi 52.800 ton LPG per tahun.

Menurutnya, keberadaan kilang ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan LPG dalam negeri sekaligus mengoptimalkan potensi gas nasional.

"(Hari ini) meresmikan operasi terhadap kilang mini, medium ya, yang bisa menghasilkan di antaranya sekitar 160 ton per hari LPG. Dan ini kerja sama dengan Pertamina Hulu, gasnya dari sini," ujar Bahlil dalam peresmian kilang LPG Cilamaya yang ditayangkan YouTube Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (15/10/2026).

Bahlil menjelaskan, konsumsi LPG di Indonesia mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun. Jika memperhitungkan kebutuhan industri, total konsumsi LPG nasional diperkirakan mencapai 11 juta ton hingga 12 juta ton per tahun.

Baca Juga: Kementerian ESDM Siapkan Strategi Agar Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Tak Membengkak

Sementara itu, kapasitas produksi LPG dalam negeri disebut tidak lebih dari 8 juta ton per tahun. Maka, Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan LPG.

Ia menyebutkan, kebutuhan LPG di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat mencapai sekitar 1.000 ton hingga 1.500 ton per hari. Dengan kapasitas produksi 160 ton per hari, kilang Cilamaya diharapkan dapat berkontribusi terhadap pasokan LPG di kedua wilayah tersebut.

"Kalau 1.000 sampai 1.500 ton per hari, hari ini kita bisa melakukan sekitar 160 ton, itu berarti kan 10 sampai 15% konsumsi LPG di Jawa Barat dan DKI Jakarta dipenuhi dari kilang ini," kata Bahlil.

Dia menambahkan, pengembangan fasilitas pengolahan gas seperti kilang LPG Cilamaya menjadi salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi impor.

"Saya mengapresiasi kerja sama Pertamina dan PT Energi Nusantara Perkasa yang bisa memberikan kontribusi terbaiknya kepada Ibu Pertiwi dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujar Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Energi Nusantara Perkasa, Sardjono menyampaikan, kilang LPG Cilamaya dirancang dengan kapasitas pengolahan gas sebesar 40 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), dengan toleransi desain sebesar 10%. Dengan demikian, kapasitas maksimum fasilitas tersebut dapat mencapai sekitar 44 MMSCFD.

Baca Juga: ESDM Targetkan CNG Pengganti LPG 3 Kg Bisa Diterapkan pada 2027, Begini Progresnya

Selain menghasilkan LPG sebanyak 160 ton per hari, kilang tersebut juga menghasilkan kondensat sekitar 320 barel per hari atau setara 105.600 barel per tahun.

Sementara, gas sisa pengolahan atau lean gas dikembalikan kepada Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) untuk dimanfaatkan lebih lanjut.

Sardjono menjelaskan, investasi pemindahan kilang mencapai US$ 12 juta, sedangkan nilai asetnya sebesar US$ 24 juta. Dengan demikian, total nilai investasi dan aset yang terkait dengan fasilitas Cilamaya mencapai lebih dari US$ 36 juta.

"Kilang ini dibangun dengan menggunakan kombinasi teknologi mechanical refrigeration dan turboexpander dalam rangka mengoptimalkan atau memperbesar yield recovery daripada ekstraksi LPG," ujarnya.

Dengan beroperasinya kilang LPG Cilamaya, PT Energi Nusantara Perkasa kini memiliki dua fasilitas pengolahan LPG, yakni di Gresik dan Cilamaya, dengan total kapasitas terpasang 140 MMSCFD.

Menurut Sardjono, pengembangan fasilitas pengolahan LPG tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui investasi dan peningkatan kapasitas industri dalam negeri.

"Kami percaya bahwa kemandirian energi nasional harus dibangun melalui investasi nyata, penguatan industri dalam negeri, dan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha," tandasnya.

Baca Juga: Pemerintah Perketat Penyaluran LPG 3 Kg Berbasis DTSEN, Ini Catatan Ekonom

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×