kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.174   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.594   -39,89   -0,52%
  • KOMPAS100 1.050   -4,57   -0,43%
  • LQ45 756   -3,02   -0,40%
  • ISSI 275   -1,90   -0,69%
  • IDX30 401   -1,97   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   -0,83   -0,17%
  • IDX80 118   -0,43   -0,36%
  • IDXV30 138   -1,24   -0,89%
  • IDXQ30 129   -0,39   -0,30%

Bahlil Singgung Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi Tahap Berikutnya, Pertamax Naik?


Senin, 20 April 2026 / 17:50 WIB
Bahlil Singgung Penyesuaian Harga BBM Non Subsidi Tahap Berikutnya, Pertamax Naik?
ILUSTRASI. Pemerintah memberi sinyal evaluasi harga BBM non-subsidi terus dilakukan.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memberi sinyal adanya potensi perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebutkan, evaluasi harga terus dilakukan mengikuti dinamika pasar global.

Bahlil menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan secara bertahap dengan melihat tren harga minyak mentah dunia.

"Saya katakan bahwa kalau yang untuk BBM non-subsidi itu ada penyesuaian harga. Tahap pertama mungkin sekarang dilakukan seperti sekarang," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Bahlil mengungkapkan, keputusan naik atau turunnya harga BBM nonsubsidi ke depan, seperti Pertamax akan sangat bergantung pada harga minyak dunia. Jika harga komoditas energi tersebut melandai, pemerintah tidak akan mengerek harga jual ke masyarakat. 

Baca Juga: KCI: Pengadaan 30 Rangkaian KRL Jabodetabek Sudah di Tahap Mendekati Final

"Tahap berikutnya kita lihat penyesuaian (harga minyak dunia). Kalau harganya turun, ya enggak naik. Tapi kalau harganya begini terus, ya mungkin pasti ada penyesuaian," ungkapnya.

Meski harga nonsubsidi berfluktuasi, Bahlil menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM subsidi sesuai regulasi yang berlaku. 

Dia bilang, berdasarkan formulasi di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022, harga BBM subsidi tidak akan berubah selama harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) masih di bawah pagu tertentu.

"Karena kan yang bisa kita jamin, pemerintahan bisa menjamin itu kan adalah harga subsidi. Dan itu kan Peraturan Menteri ESDM 2022 kan sudah jelas itu ada formulasi itu. Kalau subsidi sampai dengan harga ICP dunia US$ 100, tidak akan naik," tegasnya.

Saat ini, kata Bahlil, posisi harga minyak dunia terpantau masih berada di bawah batas aman tersebut.

Baca Juga: Perkuat Pasar Elektronik di Indonesia, Haier Perkenalkan Produk di Women’s Day Run

"Sekarang rata-rata dunia ICP kita dari Januari sampai tertanggal yang saya ngomong, itu kurang lebih sekitar US$ 76 per barel. Hari ini ya. Kalau kemarin kan US$ 77. Kan pernah naik sampai US$ 105, US$ 106. Sekarang kok udah turun ya? Sudah di bawah US$ 100," pungkasnya.

Untuk diketahui, mulai 18 April 2026, PT Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Pertamax Turbo dibanderol Rp 19.400 per liter, dari sebelumnya Rp 13.100 per liter. Harga Dexlite kini Rp 23.600 per liter, dari sebelumnya Rp 14.200 per liter.

Sementara itu, harga Pertamina Dex menjadi Rp 23.900 per liter, dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×