kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Bakal dapat insentif PPnBM, begini tanggapan perusahaan otomotif


Rabu, 26 Desember 2018 / 17:09 WIB
ILUSTRASI. Audi e-tron 5S Quattro


Reporter: | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Agen Pemegang Merek (APM) sambut positif rancangan Kementerian Perindustrian mengenai kebijakan pemberian insentif fiskal. Rencana pemberian insentif fiskal seperti harmonisasi tarif dan revisi besaran Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) diberikan untuk menggairahkan industri otomotif.

Head of Marketing & Public Relation Departement PT Garuda Mataram Motor (APM Audi) Herry Noverino menuturkan belum bisa banyak berkomentar mengenai kebijakan tersebut. "Jadi sementara belum bisa kami tanggapi. Tetapi niat atau rencana tersebut kami sambut dengan baik," jelas Herry saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (26/12).

Herry berharap bahwa upaya pemerintah untuk menggairahkan iklim industri otomotif dapat terealisasi. Ia juga berharap prospek industri otomotif akan lebih cerah di tahun-tahun depan.

Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan bahwa pihaknya masih akan mempelajari rancangan kebijakan tersebut. "Kelihatannya insetif tersebut cukup menarik untuk membuat mobil lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan," jelas Jonfis kepada Kontan.co.id.

Jonfis menilai rancangan kebijakan terbaru dari Kementerian Perindustrian bisa memacu produksi mobil berteknologi tinggi seperti kendaraan bertenaga listrik (electric vehicle) atau kendaraan berjenis hybrid.

Sambutan positif mengenai rancangan kebijakan pemberian insentif fiskal juga disambut positif oleh Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto. "Toyota sebagai pelaku industri pastinya menyambut baik inisiatif pemerintah untuk menggairahkan industri otomotif di Indonesia ini," terang Fransiscus kepada Kontan.co.id, Rabu (26/12).

Poin rancangan usulan PPnBM ialah kendaraan dilihat dari tingkat emisi CO2 yang dihasilkan (gr/km). Pembagian jenis kendaraan tidak lagi membedakan antara sedan, 4x2 dan 4x4.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×