kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Banyak daging impor, harga sapi lokal tergilas


Jumat, 08 April 2011 / 17:05 WIB
ILUSTRASI. Pengendara melintas di atas Jembatan Musi IV dengan latar belakang awan hitam yang menyelimuti langit Palembang, Sumatra Selatan, Selasa (21/1/2020).


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina

JAKARTA. Harga daging sapi yang terus beranjak naik ternyata tidak beriringan dengan harga sapi di tingkat peternak. Harga sapi di tingkat peternak bahkan merosot sejak akhir tahun kemarin.

Budi Agustomo, Ketua Forum Peternak Sapi Jawa Timur (Jatim), mengatakan harga sapi betina saat ini hanya Rp 18.000-Rp 19.000/kilogram (kg), turun dari harga tahun lalu yang masih Rp 23.000-Rp 24.000/kg. Harga sapi jantan juga bernasib serupa, yaitu hanya dihargai Rp 20.000-Rp 21.000/kg. "Normalnya, harga sapi jantan itu sekitar Rp 24.000-Rp 25.000/kg," ujar Budi kepada KONTAN, Jumat (8/4).

Penurunan harga sapi yang belakangan terjadi disinyalir akibat masuknya daging sapi impor ke pasar-pasar tradisional seperti di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Daging impor sebenarnya memiliki segmen khusus, seperti restoran dan hotel berbintang atau supermarket modern. Sementara pasokan daging di pasar tradisional biasanya berasal dari peternak lokal.

Namun, belakangan ini penyebaran daging sapi impor sulit dideteksi. "Seperti siluman, sudah dilarang tapi tahu-tahu ada di pasar tradisional," kata Budi. Ini membuat permintaan sapi lokal menurun. Akibatnya, harga sapi yang diterima peternak terus merosot.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×