kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.969   56,00   0,31%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Peternak sapi di Boyolali gelisah wabah antraks bakal turunkan penjualan


Rabu, 09 Maret 2011 / 14:49 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Rizki Caturini

BOYOLALI. Wabah Antraks yang terjadi di Kabupaten Boyolali beberapa waktu belakangan ini membuat resah para peternak sapi di daerah ini. Peternak khawatir bila permintaan masyarakat semakin menurun, maka bisa mengerek harga sapi lebih rendah.

Widadi, salah seorang peternak di Kabupaten Boyolali mengeluhkan saat ini sudah mulai tampak penjualan sapi makin menurun, walaupun tidak signifikan. Saat ini, harga sapi hidup di pasaran mulai dari Rp 22.500 per kilogram (kg) - Rp 23.000 per kg.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia Teguh Boediyana menambahkan, ada juga kebijakan sapi di radius tertentu tidak boleh keluar. Hal ini bisa menimbulkan efek psikologis dan rasa takut dalam diri konsumen yang kemudian menyebabkan penurunan permintaan dagang sapi yang berasal dari daerah yang terkena wabah.

Saat ini, harga sapi hidup di Jawa relatif rendah sekitar Rp 22.000 per kg, sedangkan harga dari peternak sekitar Rp 20.000 per kg. “Pemerintah layaknya agar segera turun tangan mengatasi penyakit Antraks di Boyolali, sekaligus berusaha untuk mencegah terjadi di daerah lain,” ujar Teguh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×