kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Barata Indonesia ingin pemerintah tingkatkan TKDN proyek-proyek strategis nasional


Jumat, 21 Februari 2020 / 22:26 WIB
ILUSTRASI. PT Barata Indonesia (Persero), perusahaan manufaktur BUMN dengan produk antara lain permesinan, komponen pembangkit listrik dan sebagainya.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Barata Indonesia (Persero) memiliki target untuk bisa menjadi pemimpin pasar dalam memberikan solusi infrastruktur, pangan, dan sumber daya air. Namun demikian, hal tersebut akan sulit untuk dicapai tanpa adanya dukungan penuh dari pemerintah terhadap kemajuan industri manufaktur nasional.

“Selama 20 tahun terakhir, dalam kondisi pertumbuhan ekonomi yang stagnan, peran sektor manufaktur terus menurun,” ujar Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero), Fajar Harry Sampurno dalam siaran persnya, Jumat (21/2).

Baca Juga: Pertamina kembangkan Pertashop ke wilayah Jawa Tengah

Menurut Harry, minimnya keberpihakan pemerintah kepada industri manufaktur nasional menjadi salah satu faktor penyebabnya. 

Dalam kondisi yang seperti ini, Harry menilai pemerintah perlu menggulirkan kebijakan serta memperketat pengawasan dalam meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di semua proyek-proyek strategis nasional. Selain itu, ia juga menilai insentif fiskal dan moneter sebagai hal yang penting untuk mendorong ekspor dalam negeri.

Meski begitu, Harry juga mengapresiasi beberapa langkah yang telah diambil oleh pemerintah dalam memajukan industri manufaktur. Salah satu di antaranya yakni rencana klasterisasi BUMN oleh pemerintah.

Baca Juga: Banyak BUMN masuk list rentan bangkrut, ini penyebabnya

Asal tahu saja, sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mewacanakan akan membentuk klaster-klaster BUMN berdasarkan inti bisnis untuk merampingkan jumlah BUMN dan mendorong efisiensi.

Salah satu klaster yang rencananya akan dibentuk yakni adalah klaster di bidang industri berat dan perkapalan yang akan terdiri dari PT Barata Indonesia selaku koordinator, PT Boma Bisma Indra (BBI), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB), PT Industri Kereta Api (INKA), dan PT Industri Kapal Indonesia (IKI).

Menurut Harry, pembentukan klaster BUMN dapat berperan dalam menyatukan sumber daya agar tidak terjadi duplikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×