kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Bayu Buana (BAYU) Optimistis Target Pendapatan Rp 2 Triliun Tercapai, Ini Alasannya


Jumat, 14 Juli 2023 / 14:08 WIB
Bayu Buana (BAYU) Optimistis Target Pendapatan Rp 2 Triliun Tercapai, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Layanan agen perjalanan Bayu Buana yang targetkan pendapatan Rp 2 triliun di 2023


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bayu Buana Tbk (BAYU) optimistis target pendapatan sebesar Rp 2 triliun di tahun ini bisa tercapai. Mengingat, realisasi pendapatan Bayu Buana hingga semester I-2023 sudah mencapai Rp 1,1 triliun.

“Kami menargetkan sebesar Rp 2 triliun di tahun ini. Dan realisasi hingga semester 1 sangat inline dengan tujuan kami yaitu sudah di angka Rp 1,1 triliun,” ungkap Direktur Utama Bayu Buana Agustinus Kasyaka Pake Seko saat dihubungi Kontan, Jumat (14/7).

Untuk mencapai target tersebut, Bayu Buana masih akan fokus pada segmen korporasi. Lantaran, sebagian besar bisnis BAYU berasal dari perjalanan corporate segment.

Baca Juga: Bayu Buana (BAYU) Catat Peningkatan Pendapatan 173,29% pada Kuartal I 2023

“Di mana kami menangani trafik dari corporate tersebut, baik yang melakukan perjalanan di dalam negeri, ke luar negeri atau dari luar negeri ke Indonesia. Oleh karena itu posisi business antara outbound dan inbound berimbang,” kata Agustinus.

Dia menambahkan, saat ini wisatawan asing mulai meningkat, tapi pelaku usaha pariwisata harus tetap hati-hati agar bisa menjaga kualitas wisatawan yang masuk ke Indonesia.

Meski berhasil menorehkan catatan cukup baik sepanjang semester I-2023, Agustinus melihat bisnis saat ini masih cukup menantang dan masih belum stabil seperti sebelum Covid-19.

“Masih sangat challenging karena supply side masih belum kembali normal seperti sebelum pandemi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×