kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.564   1,00   0,01%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Beban Puncak Nataru 2024/2025 Capai 39 Gigawatt, PLN Siapkan Sejumlah Strategi


Senin, 16 Desember 2024 / 13:55 WIB
Beban Puncak Nataru 2024/2025 Capai 39 Gigawatt, PLN Siapkan Sejumlah Strategi
Direksi PLN bersama para petugas pelayanan teknik. usai mengikuti Apel Siaga Kelistrikan Hari Raya Natal dan tahun baru 2025 di Jakarta, Senin (16/12/2024).


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memprediksi beban puncak pada saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) adalah sekitar 39 gigawatt. Angka ini meningkat sekitar 8,3 persen dari Nataru tahun sebelumnya.

Terkait peningkatan tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya telah menerapkan sejumlah langkah agar masa Nataru terlepas dari insiden mati listrik.

"PT PLN Pesero ingin memastikan bahwa saudara kita yang merayakan Natal bisa menjalankan ibadahnya dengan tenang. Dan saudara kita yang mudik bisa menikmati waktu dengan keluarga. Dan dalam proses itu, satu, listriknya tidak ada gangguan," kata Darmawan dalam acara Apel Siaga Kelistrikan Hari Raya Nataru yang dilaksanakan di kantor pusat PLN, Jakarta, Senin (16/12).

Baca Juga: Libur Nataru, Pelindo Regional 4 Prediksi Arus Penumpang Kapal Meningkat 12,5%

PLN tambah dia, telah menyiapkan daya pasokan listrik mencapai 53 gigawatt. Dengan ini, terdapat surplus antara pasokan dan kebutuhan saat Nataru. Adapun untuk kesiapan energi primer, PLN mencatat untuk batubara pembangkit PLN rata-rata kesiapan di atas 23 hari operasi.

Dengan rincian, di Sistem Jawa Madura Bali (Jamali) untuk 26 hari operasi. Area Sumatera, Kalimantan sebesar 18 hari operasi, kemudian Sulawesi, Maluku, Papua & Nusa Tenggara (Sulmapana) untuk 25 hari operasi. Sementara itu, stok rata-rata BBM berada di atas 15 hari dan stok LNG di atas 30 hari.

"Pasokan energi primer kita handal Kita pastikan jalur transmisinya handal, jalur distribusinya aman dan prima," ungkapnya.

Dikesempatan yang sama EVP Operasi Sistem Kelistrikan (OSL) PLN, Dispriansyah menambahkan, selama kegiatan siaga Nataru pihaknya telah membentuk 1.853 posko siaga dengan melibatkan lebih dari 81 personil siaga.

Dengan rincian, 3.756 mobil operasional, 3.318 motor operasional, 395 mobil crane dan sejumlah peralatan pendukung lainnya. Yaitu berupa 1.731 genset, 735 UPS, 1.206 unit gardu bergerak.

"Serta diperkuat juga dengan 163 tim pasukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) menengah, tegangan tinggi, dan tegangan ekstra tinggi," tutupnya. 

Baca Juga: Jelang Puncak Nataru, Angkutan Peti Kemas Capai Kinerja 12% Melebihi Target November

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×