kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Becanda ada bom di pesawat, anggota TNI diperiksa


Senin, 04 Januari 2016 / 20:21 WIB


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemhub) mendapat laporan dari seorang anggota TNI yang menyebutkan adanya bom di dalam pesawat Lion Air JTT663. Namun ternyata, laporan dari penumpang berinisial JM tersebut hanya candaan saja.

Atas kejadian tersebut, penumpang berinisial JM diperiksa Propam Balikpapan. "Dia bercanda bilang 'Awas Ada Bom di Tas," ujar Direktur Keamanan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kemhub Mohammad Nasir Usman di Jakarta, Senin (4/1).

Nasir menjelaskan, laporan tersebut sejak 3 Januari 2016 pukul 20.55 WIB. Pesawat yang ditumpangi anggota TNI adalah Lion Air JT663 rute Balikpapan-Ujung Pandang. Nasir menambahkan, berdasarkan informasi, pelaku dari anggota TNI ini sekarang sudah di proses lokasi kejadian.

Kronologis kejadian berawal saat JM ingin menaikkan tasnya ke atas cabing pesawat. Ia lantas bercanda dengan menyatakan ada BOM di atas pesawat yang kemudian didengar dan dilaporkan oleh pramugari Lion Air yang sedang berada dekat dengannya.

"JM bercanda saat memasukan barang bagasi berupa tas ke atas cabin pesawat terlihat kesulitan," kata Nasir

Nasir menjelaskan pihak manapun yang bercanda soal adanya bom di dalam pesawat akan segera diperiksa. Karena hal tersebut adalah hal sensitif. Karena itu, siapapun air crew penumpang wajib melaporkan kepada pilot.

Selain JM, Kementerian Perhubungan mendapat 14 laporan lainnya terkait bercandaan soal bom di atas pesawat. Tiga diantaranya melalui surat resmi yang dilaporkan ke bandara setempat dan Ditjen Perhubungan Udara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×