Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Avia Avian Tbk (AVIA) optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026. Perusahaan melihat sektor properti, konstruksi, dan renovasi mulai menunjukkan perbaikan hingga kuartal III-2026.
Head of Investor Relations Avia Avian Andreas Timothy Hadikrisno mengatakan perkembangan kinerja AVIA hingga periode berjalan masih sesuai dengan target yang ditetapkan untuk tahun ini.
“Untuk realisasi penjualan dan laba, termasuk perbandingannya dengan periode yang sama tahun lalu, akan disampaikan melalui pengumuman resmi laporan keuangan Perseroan," ujar Andreas, kepada Kontan.co.id, belum lama ini.
Baca Juga: Danantara Kantongi Minat Pembiayaan PSEL Tiga Kali Lipat dari Kebutuhan Utang
Namun, pemulihan tersebut masih dibayangi sejumlah tantangan, terutama sentimen konsumen yang relatif lemah, kondisi makroekonomi, serta ketidakpastian ekonomi global yang turut memengaruhi perekonomian domestik.
Andreas mengatakan, perusahaan memilih berfokus pada aspek operasional yang dapat dikendalikan untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah kondisi tersebut, seperti continuous improvement internal, efisiensi operasional, optimalisasi rantai pasok, penguatan distribusi, serta peningkatan hubungan dengan pelanggan.
“Strategi inilah yang terus memperkuat posisi Perseroan sebagai pemimpin pasar cat dekoratif nasional," tuturnya.
Untuk menopang penjualan saat ini, AVIA masih mengandalkan kanal ritel sebagai kontributor utama bisnisnya. Namun demikian, perusahaan secara konsisten tetap memperkuat berupaya segmen business-to-business (B2B) proyek untuk memperluas sumber pertumbuhan di luar pasar ritel.
Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan penetrasi ke berbagai segmen pelanggan, mulai dari kontraktor, desainer interior, arsitek, korporasi, sektor minyak dan gas, perkebunan, hotel, restoran, dan kafe (HOREKA), perbankan, minimarket, hingga proyek pemerintah.
Prospek industri cat pada 2027
Memasuki 2027, manajemen memperkirakan industri cat masih menghadapi tantangan dari sisi daya beli konsumen, volatilitas harga bahan baku, serta pergerakan nilai tukar rupiah.
Meski begitu, kebutuhan renovasi dan perawatan bangunan serta pembangunan infrastruktur disebut akan tetap menjadi faktor pendukung permintaan dalam jangka menengah hingga panjang.
“Avian Brands akan terus menjalankan ekspansi secara proaktif dan terukur, dengan fokus memperkuat distribusi nasional, meningkatkan penetrasi pasar, melakukan inovasi produk, serta meraih pangsa pasar dari kompetitor," kata Andreas.
Sebagai penopang pertumbuhan ke depan, AVIA saat ini memiliki jaringan 151 pusat distribusi milik sendiri. Jaringan ini membantu perusahaan menjaga ketersediaan produk sekaligus memberikan layanan yang cepat dan konsisten kepada pelanggan.
Dengan strategi tersebut, perusahaan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisinya di pasar cat dekoratif nasional.
Baca Juga: Batam Berpeluang Jadi Pusat Data Asia Tenggara, Infrastruktur Jadi Tantangan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














