kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Begini Tanggapan Lorena (LRNA) Terkait Potensi Bisnis Transportasi pada Momen Pemilu


Rabu, 15 November 2023 / 07:00 WIB
Begini Tanggapan Lorena (LRNA) Terkait Potensi Bisnis Transportasi pada Momen Pemilu
ILUSTRASI. PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) menyatakan momen Pemilu 2024 tidak membawa pengaruh khusus terhadap bisnis transportasi darat. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) mengungkapkan bahwa momen Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tidak membawa pengaruh khusus terhadap bisnis transportasi darat.

Managing Director LRNA Ryanta Soerbakti hanya berharap Pemilu 2024 berjalan damai sehingga perekonomian terjaga.

"Secara garis besar, pemilu 2024 tidak ada pengaruhnya terhadap bisnis antar kota antar provinsi (AKAP) dan transportasi darat secara umum. Bisnis as usual saja untuk para penumpang," ujarnya saat dihubungi oleh Kontan, Selasa (14/11). 

Baca Juga: Harga BBM Non Subsidi Naik, Begini Tanggapan Eka Sari Lorena (LRNA)

Ia mengatakan, ketenangan politik di masa Pemilu 2024 jauh lebih penting sebab saat ini perekonomian sedang berkembang pasca mandeg 3 tahun akibat pandemi Covid-19. 

Dia mengatakan, pengaruh mungkin baru akan terasa bila ada kerusuhan. Namun pihaknya berharap semua berjalan aman. 

"Kalau tidak aman, ada kerusuhan baru terpengaruh," lanjutnya.

Sebagai informasi saja, LRNA membukukan laba bersih Rp2,14 miliar hingga kuartal III 2023. Realisasi ini berhasil membalik posisi rugi pada periode sama tahun lalu senilai Rp10,6 miliar.

 

Peningkatan laba seiring pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 3,76% year-on-year (YoY) mencapai Rp70,54 miliar. Ini dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan dari shuttle bus menjadi Rp8,89 miliar, meskipun bukan pemasukan utama LRNA.

Pendapatan usaha bus AKAP sedikit melandai dari semula Rp61,53 miliar, menjadi Rp56,62 miliar, demikian juga bus AKAP jarak pendek senilai Rp2,22 miliar. Kenaikan lain terjadi di segmen bus angkutan bandara menjadi Rp2,79 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×