kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Belum Ada Peningkatan Permintaan Produk Rotan


Senin, 12 April 2010 / 15:02 WIB


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Pasar industri rotan semakin hari nampaknya bakal kian terpuruk. Meski secara global perekonomian dunia mulai pulih, tapi permintaan untuk produk rotan belum ada tanda-tanda peningkatan.

Ketua Asoasiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) Hatta Sinatra memperkirakan tahun ini ekspor produk rotan hanya akan jauh beda dengan tahun lalu. "Ekspor tahun lalu sekitar US$ 300 juta, tahun ini mudah-mudahan minimal sama," ungkapnya Senin (12/4).

Ia mengatakan turunnya ekspor produk rotan ini karena saat ini tren furniture dengan bahan rotan sedang turun. "Selera konsumen lebih ke minimalis, jadi mereka menjauhi mebel rotan yang bergaya klasik," ujarnya.

Beralihnya selera konsumen ini juga berakibat pada turunnya utilisasi industri produk rotan. Saat ini, dari kapasitas produksi terpasang industri rotan yang bisa menghasilkan sekitar US$ 1,5 miliar hanya terpakai sekitar 10%-20%. Artinya, dalam satu tahun, total produksi mebel rotan hanya sekitar US$ 150 juta 0 US$ 300 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×