kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Beralih ke rumah menengah


Senin, 19 Mei 2014 / 10:20 WIB
ILUSTRASI. Manfaat buah anggur untuk kesehatan.


Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Survei harga properti residensial Bank Indonesia (BI) mencatat, pada kuartal I-2014, volume penjualan  rumah hanya tumbuh 15,33%. Padahal, di kuartal IV-2013, penjualan masih tumbuh 31,54%.

Penurunan paling tajam terjadi di penjualan tipe rumah di atas 70 meter persegi (m²). Tren penurunan penjualan ini memaksa pengembang mengubah strategi.

Caranya, pengembang mulai mengantisipasi dengan beralih menggarap rumah kelas menengah. Salah satu contohnya adalah PT Modernland Realty Tbk.

"Jika sebelumnya kami lebih banyak membangun rumah dengan harga di atas Rp 2,5 miliar per unit, sekarang menjadi Rp 1,5 miliar-Rp 2 miliar per unit," jelas Cuncun Wijaya, Hubungan Investor Modernland kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Cuncun mengakui ada tren penurunan penjualan. Selama tiga bulan pertama 2014, perusahaan itu baru mengantongi penjualan Rp 100 miliar dari proyek Jakarta Garden City di Cakung, Jakarta Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×