Reporter: Hervin Jumar | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju penjualan Perum Bulog ke jaringan Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih masih tertahan. Hingga 19 Januari 2026, nilai transaksi tercatat baru mencapai Rp7,2 miliar, dengan komposisi penjualan yang didominasi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal, mengungkapkan keterbatasan modal kerja koperasi menjadi faktor utama yang menahan percepatan transaksi. Kondisi tersebut membuat realisasi penjualan belum sebanding dengan jumlah KopDes/Kel Merah Putih yang telah bergabung sebagai mitra Bulog.
“Masih ada tantangan besar, terutama keterbatasan modal kerja koperasi, infrastruktur penyimpanan atau outlet yang belum memadai, kesiapan sumber daya manusia, serta digitalisasi pencatatan,” tutur Rizal dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Pemerintah Naikkan Batas Pembelian Beras SPHP Jadi 25 Kg, Bulog Siapkan 1,5 Juta Ton
Secara rinci, penjualan Bulog ke KopDes/Kel Merah Putih per 19 Januari 2026 didominasi beras SPHP sebesar 499 ton senilai Rp5,54 miliar. Adapun penjualan minyak goreng mencapai 100 kiloliter dengan nilai Rp1,46 miliar, sementara beras premium tercatat 11 ton senilai Rp154 juta, gula 4,9 ton senilai Rp83 juta, serta komoditas lain senilai Rp5,6 juta.
Dari sisi partisipasi, hanya 464 rumah pangan kita (RPK) yang aktif melakukan pemesanan. Angka tersebut jauh di bawah jumlah titik KopDes/Kel Merah Putih yang telah terdaftar sebagai mitra Bulog, yakni sebanyak 2.683 titik.
Baca Juga: Kejar Target 1,5 Juta Ton, Bulog Usulkan Pembelian Beras SPHP Bisa Lebih dari 2 Pack
Rizal menjelaskan, Bulog berperan sebagai offtaker di sisi hulu dengan menyerap gabah dan beras dari Koperasi Desa Merah Putih. Di sisi hilir, KopDes/Kel Merah Putih diposisikan sebagai mitra distribusi cadangan pangan pemerintah, termasuk beras SPHP serta produk pangan strategis lainnya.
Ke depan, Bulog berupaya memperkuat peran koperasi melalui pendampingan berkelanjutan agar KopDes/Kel Merah Putih dapat berkembang menjadi pilar distribusi pangan nasional.
“Kami akan terus melakukan pendampingan agar koperasi tumbuh dan berperan lebih besar dalam sistem distribusi pangan,” pungkas Rizal.
Baca Juga: Distribusi Beras SPHP Capai 25% Target, Tapi Harga Beras Masih lewat HET
Selanjutnya: Dapen Eropa Ramai-Ramai Jual Obligasi Pemerintah AS
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (22/1) Jabodetabek Hujan Sangat Lebat di Sini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













