kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Bersaing dengan Mercy, BMW pede bisa penuhi syarat jadi mobil RI-1


Selasa, 16 Juli 2019 / 13:00 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - TANGERANG. Istana kepresidenan tengah mempertimbangkan dua jenis merek mobil untuk mobil Presiden Joko Widodo di masa kepemimpinannya yang kedua. Dua merek tersebut adalah BMW dan Mercedes-Benz.

Saat ini kedua merek tersebut tengah berkompetisi untuk memenangi tender. Chief Executive BMW Astra Fredy Handjaja mengaku siap untuk memenuhi spesifikasi yang diminta oleh istana. “Kita tunggu keputusan saja, insyaallah optimis,” jelas Fredy, Selasa (16/7).

Baca Juga: APM ramai-ramai meluncurkan mobil SUV

Rencananya, jelas Fredy, apabila istana memilih BMW maka mobil yang akan digunakan Presiden RI Jokowi adalah BMW seri 750. Adapun spesifikasi yang diminta istana untuk mobil berpelat RI-1 tersebut adalah tingkat keamanan anti peluru hingga kaliber tertentu.

Selama ini Presiden RI, Joko Widodo memakai mobil Mercedes-Benz S600 Guard. Mobil itu sudah digunakan sejak era Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono.

Di kesempatan yang sama Kepala Bengkel BMW Sunter Ahmad Sudrajat ikut menceritakan pengalamannya saat BMW dipilih menjadi kendaraan berpelat RI-1 di era Megawati Soekarnoputri. Saat itu bengkel yang digunakan untuk perbaikan adalah di Sunter yang memang berspesifikasi tinggi. Saat itu Megawati menggunakan BMW seri E38.

Baca Juga: BMW X1 masih menjadi penopang penjualan di semester II-2019

“Memang di Sunter sudah diakui BMW Jerman untuk menangani unit anti peluru sejak 2003,” imbuh dia.

Menurut pengalamannya, sebelum mobil kepresidenan tersebut tiba di bengkel, seluruh data mekanis perlu dikirim ke istana. Tak hanya itu, dalam pengerjaannya, mereka juga dikawal ketat oleh Polisi Militer (PM).

“Saya inget protokolernya saat masuk, kita punya ruangan khusus ga boleh ada org lain masuk kecuali yang mengerjakan dan saya sebagai inspektornya. Dulu tiap masuk harus tulis catatan,” imbuh dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×