kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.833   31,00   0,18%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Besaran safeguard tekstil dan produk tekstil (TPT) belum disepakati


Minggu, 15 September 2019 / 16:28 WIB
Besaran safeguard tekstil dan produk tekstil (TPT) belum disepakati
ILUSTRASI. Penyelundupan ekspor tekstil


Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

“Ini kelompok importir pedagang masih terus kasak-kusuk agar safeguard yang dikenakan sekecil mungkin sehingga mereka masih bisa terus impor,” imbuh Suharno. Dia menyayangkan jika nanti diberlakukan safeguard akan tetapi tidak bisa membendung impor TPT. 

Sementara itu, dihubungi secara terpisah Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman bilang, penentuan besaran safeguard oleh API sudah mempertimbangkan perhitungan kewajaran daripada suatu produk barang. 

"Perlindungan yang berlebih tentu balasannya atau resiprokalnya lebih tinggi lagi dan kami tidak menghendaki itu," kata Ade kepada Kontan.co.id, Jumat (13/9). Dia menambahkan, perlindungan yang berlebih justru tidak akan mengembangkan industri TPT.

Baca Juga: Produsen Tekstil Mengajukan Safeguard untuk Menghalau Serbuan Impor

API mengharapkan hubungan bilateral perdagangan yang tetap harmonis. Di sisi lain, barang impor yang masuk tidak semudah dan semurah yang terjadi sebelumnya. Dengan demikian, harga produk impor TPT yang masuk ke dalam negeri kurang berdaya saing. 

"Kami ingin industri ini merevitalisasi mengganti dengan mesin-mesin baru, sehingga pada saat safeguard ini berakhir industri ini siap bersaing secara normal," tutupnya. 

Asal tahu saja, pada kesempatan sebelumnya para stakeholder pertekstilan nasional menjamin sektor ini sehat kembali dengan menyetujui pengadaan safeguard. Hal ini didorong dengan kondisi impor dalam negeri yang mengkhawatirkan. Tercatat, sudah ada sembilan perusahaan tekstil yang terpaksa gulung tikar akibat hasil produksinya kalah bersaing dengan produk impor di pasar dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×