kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Biaya Kesehatan Karyawan Naik, Perusahaan Didorong Ubah Strategi Pengelolaan SDM


Minggu, 14 Juni 2026 / 21:12 WIB
Biaya Kesehatan Karyawan Naik, Perusahaan Didorong Ubah Strategi Pengelolaan SDM
ILUSTRASI. Biaya Kesehatan Karyawan Naik, Perusahaan Didorong Ubah Strategi Pengelolaan SDM (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan biaya kesehatan dan perubahan ekspektasi tenaga kerja mendorong perusahaan untuk meninjau kembali strategi pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Pengelolaan kesehatan karyawan kini dinilai tidak lagi sekadar menjadi komponen biaya, tetapi mulai berkaitan langsung dengan produktivitas dan keberlanjutan bisnis.

CEO Meditap Ardianto Utomo mengatakan banyak perusahaan masih memandang program kesehatan karyawan sebagai beban biaya operasional. Padahal, kesehatan tenaga kerja memiliki dampak langsung terhadap produktivitas, pengalaman kerja karyawan, hingga kemampuan perusahaan mempertahankan talenta.

"Banyak perusahaan masih melihat kesehatan karyawan sebagai biaya. Padahal, kesehatan memiliki keterkaitan erat dengan produktivitas, employee experience, dan keberlanjutan bisnis," ujarnya pada forum Overlooked Medical Trend 2026 – From Medical Trend to Workforce Strategy, Minggu (14/6/2026).

Menurut Ardianto, tekanan biaya kesehatan yang terus meningkat membuat perusahaan perlu mengelola program kesehatan secara lebih strategis. Pendekatan tersebut mencakup pemanfaatan data, teknologi, hingga pengelolaan manfaat kesehatan yang lebih terukur.

Baca Juga: Terancam Kekurangan Dokter, Menkes Ungkap 1.000 Lulusan FK Belum Bisa Praktik

Dalam forum tersebut, sejumlah pemangku kepentingan mulai dari BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan asuransi, rumah sakit, platform HR, hingga perusahaan teknologi kesehatan membahas berbagai tantangan pengelolaan tenaga kerja di tengah perubahan dunia kerja.

Topik yang dibahas meliputi tren tenaga kerja, pengelolaan kesejahteraan karyawan (employee wellbeing), strategi pengendalian biaya kesehatan, keselamatan kerja, perencanaan pensiun, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengambilan keputusan perusahaan.

Meditap menilai perusahaan kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam menjaga keseimbangan antara kesejahteraan karyawan, produktivitas, retensi talenta, dan efisiensi biaya.

Baca Juga: Tren Pencegahan Penyakit Menguat, Bisnis Layanan Kesehatan Keluarga Kian Terintegrasi

Karena itu, perusahaan didorong untuk mulai melihat investasi pada kesehatan karyawan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan sekadar program benefit.

Selain konferensi, kegiatan tersebut juga diisi dengan workshop yang membahas strategi pengelolaan benefit, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta perencanaan kebutuhan SDM jangka panjang.

Adapun, acara tersebut dihadiri lebih dari 400 pemimpin bidang human resources (HR), keuangan, dan bisnis dari berbagai sektor industri.

Menurut Meditap, pendekatan yang lebih proaktif dalam pengelolaan kesehatan karyawan dapat membantu perusahaan mengantisipasi kenaikan biaya kesehatan sekaligus menjaga daya saing bisnis di tengah dinamika pasar tenaga kerja yang terus berubah.

Baca Juga: Perkembangan Terapi Kanker Modern Pesat, Kebutuhan Apoteker Onkologi Meningkat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Tag


TERBARU

[X]
×