kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.998   5,00   0,03%
  • IDX 9.140   5,93   0,06%
  • KOMPAS100 1.259   -4,78   -0,38%
  • LQ45 889   -3,95   -0,44%
  • ISSI 334   0,05   0,01%
  • IDX30 455   -0,13   -0,03%
  • IDXHIDIV20 538   0,58   0,11%
  • IDX80 140   -0,62   -0,44%
  • IDXV30 149   0,30   0,20%
  • IDXQ30 146   -0,05   -0,03%

Bikin proyek US$ 600 juta, Geo Dipa mencari pinjaman


Senin, 23 Mei 2011 / 15:45 WIB
Bikin proyek US$ 600 juta, Geo Dipa mencari pinjaman
ILUSTRASI. Suasana penambangan batubara menggunakan bucket wheel escavator di lokasi penambangan batubara PT. Bukit Asam (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan (20/5). PTBA menargetkan pembangunan dermaga di Tarahan rampung pada 2012. Dermaga yang memilki pengisia


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Edy Can

JAKARTA. PT Geo Dipa Energi (GDE) sedang mencari pinjaman untuk membiayai proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Patuha dan Dieng sebesar US$ 600 juta. Perusahaan ini sudah mendekati bank lokal dan internasional.

Direktur Utama Geo Dipa Praktimia Semiawan mengaku sudah bicara dengan tiga bank lokal dan empat bank internasional. "Kami sedang mempertimbangkan yang mana bisa memberikan bunga paling murah," katanya saat rapat dengan dengan Komisi VII DPR, Senin (23/5).

Tiga bank lokal itu yakni BNI (BBNI), Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Menurutnya, ketiga bank lokal itu kemungkinan akan bersepakat untuk membentuk sindikasi.

Sementara, bank internasional itu diantaranya, Asian Development Bank, Japan Bank for International Coorporation (JBIC), World Bank dan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KFW). "Banyak yang berminat apalagi bank luar karena mereka tengah giat berkomitmen mendanai proyek energi terbaharukan," katanya.

Sebagai informasi, Geo Dipa berencana membangun dua pembangkit di Dieng dan dua unit di Patuha. Masing-masing proyek akan membangun pembangkit berkapasitas 2x55 MegaWatt (MW) di dataran tinggi Dieng Jawa Tengah dan 2x55 MW di Ciwidey Jawa Barat itu membutuhkan dana sebesar US$300 juta per PLTP.

Mengenai porsi pinjaman, Semiawan belum dapat mengutarakan persentasemua. "Bisa 100% pinjaman. Atau 80% mungkin, nanti sisanya internal," ujar dia.

Namun, dia memastikan, pada 2011 semua urusan pendanaan terselesaikan. "Pendanaan harus selesai semua tahun ini karena semua (PLTP Dieng dan PLTP Patuha) harus sudah beroperasi pada 2015," jelas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×