kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Bila Berkelanjutan, Konflik di Laut China Selatan dan Terusan Panama Ganggu Impor RI


Senin, 15 Januari 2024 / 21:16 WIB
Bila Berkelanjutan, Konflik di Laut China Selatan dan Terusan Panama Ganggu Impor RI
ILUSTRASI. impor Indonesia bisa terganggu jika konflik eksternal terus terjadi


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik yang terjadi di Laut China Selatan serta pendangkalan Terusan Panama, akan memberi dampak kepada Indonesia. 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, konflik yang terjadi akan berpotensi meningkatkan biaya logistik dunia. 

“Yang kemudian akan memberi dampak kepada Indonesia, dan juga negara-negara lain di dunia,” terang Josua kepada Kontan.co.id, Senin (15/1). 

Untuk saat ini, Josua melihat dampaknya akan relatif terbatas. Namun, apabila konflik dan gangguan di Terusan Panama berlangsung persisten dan berkepanjangan, akan menyebabkan dampak yang permanen. 

Baca Juga: Tensi Geopolitik Global Berpotensi Mengerek Biaya Logistik

Impor yang terganggu akan menyebabkan dampak lanjutan berupa peningkatan inflasi. Bila inflasi naik, tentu akan berdampak pada perekonomian domestik. 

Dengan demikian, Josua berpesan pentingnya peran pemerintah untuk aktif melakukan diplomasi untuk mencegah terjadinya konflik di Laut China Selatan. 

“Pemerintah dapat berperan aktif, melakukan diplomasi bersama dengan negara ASEAN lainnya,” tandas Josua. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×