kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Tensi Geopolitik Global Berpotensi Mengerek Biaya Logistik


Senin, 15 Januari 2024 / 20:22 WIB
Tensi Geopolitik Global Berpotensi Mengerek Biaya Logistik
ILUSTRASI. Faktor eksternal diproyeksi bakal mengerek biaya logistik di tahun ini


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) Bani Maulana mengatakan, sejumlah keadaan dinamika global dapat berpotensi menaikkan biaya logistik.

Adapun dinamika global yang dimaksud di antaranya adalah pendangkalan Terusan Panama dan konflik geopolitik di Laut Merah.

"Betul, dua keadaan tersebut berpotensi menimbulkan kenaikan biaya logistik," ujar Bani kepada Kontan, Senin (15/1).

Meski begitu, Bani menilai tensi geopolitik itu sejauh ini masih berdampak positif bagi industri pelayaran. Konflik di Laut Merah ini mendorong freight rate menjadi lebih tinggi. 

Baca Juga: Simak Jurus Samudera Indonesia (SMDR) Menghadapi Gejolak di Tahun 2024

Ia juga bilang bahwa SMDR berencana akan menambah kapal. Yakni enam kapal peti kemas, dua kapal gas tanker, dua kapal tunda, dua kapal tongkang. Namun tidak menutup kemungkinan untuk SMDR tetap menambah kapal di luar 12 kapal itu. 

"Masih ada kapal-kapal yang sedang dikaji dan masih mungkin bertambah di 2024," ucap Bani.

Sebagai gambaran, indeks yang melacak tarif peti kemas di delapan rute pengiriman utama di seluruh dunia, Indeks Kontainer Dunia Drewry menguat 15% menjadi US$ 3.074 per unit 40 kaki dalam sepekan terakhir. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×