kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Bio Farma bersiap menerima lagi bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac bulan depan


Senin, 29 Maret 2021 / 21:20 WIB
ILUSTRASI. Petugas kesehatan mempersiapkan vaksin Sinovac produksi PT Bio Farma Tbk


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

"Mulai April kita akan di atas 25 juta dosis per bulan karena ada dua fasilitas produksi yang akan segera di fungsikan. Kami sudah mendapatkan sertifikasi CPOB BPOM minggu lalu," imbuhnya.

Mulai 31 Maret ini Honesti menyebut pihaknya akan mulai menggunakan line production baru. Dengan adanya tambahan kapasitas produksi tersebut diharapkan dapat memastikan pemenuhan supply vaksin bagi program vaksinasi pemerintah.

Baca Juga: IDI berharap vaksinasi Covid-19 berjalan optimal

"Diharapkan nanti akan bisa memastikan supply vaksinasi untuk program pemerintah karena dari bahan bakunya juga kita sudah punya schedule dan juga dengan adanya pabrik yang segera dioperasikan ini akan memastikan pasokan supply vaksin untuk rencana program vaksinasi pemerintah," jelasnya.

Komis VI DPR RI meminta PT Bio Farma (Persero), PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk memastikan supply vaksin Covid-19 tidak terganggu oleh embargo vaksin yang terjadi di negara-negara penghasil vaksin.

"Langkah-langkah diplomatik dengan menteri luar negeri untuk segera dilaksanakan," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima.

Aria juga meminta agar dipikirkan juga adanya skenario terkait upaya ketersediaan vaksin Covid-19 guna mencapai target vaksinasi kepada 181,5 juta penduduk.

"Mohon dipikirkan skenario, Kita kan 70-74% masyarakat ini di vaksin baru nanti adanya terbentuk herd immunity. Kita pikirkan jangan sampai meleset karena itu sangat penting artinya bahwa harus kita sosialisasikan terus-menerus dan korporasi harus cari berbagai alternatif," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×