kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Bisnis Logistik Tumbuh, CKB Logistics Optimalkan Hub Osowilangun


Rabu, 30 September 2026 / 16:51 WIB
Bisnis Logistik Tumbuh, CKB Logistics Optimalkan Hub Osowilangun
ILUSTRASI. CKB Logistics (Dok/CKB Logistics)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan membuka peluang bagi perusahaan logistik untuk meningkatkan utilisasi fasilitas dan memperluas konektivitas distribusi. 

PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) mengoptimalkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya, untuk melayani kebutuhan industri di Jawa Timur sekaligus distribusi menuju kawasan Indonesia Timur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 6,81% secara kumulatif pada semester I-2026.

Secara tahunan, sektor ini tumbuh 8,04% pada kuartal I-2026 dan 5,65% pada kuartal II-2026, dengan kontribusi 6,16% terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II-2026.

Baca Juga: CKB Logistics Rilis Container Vessel Terbaru, Target Berlayar Perdana Akhir Juni 2026

Pertumbuhan tersebut turut menjadi peluang bagi bisnis pergudangan dan distribusi. Supply Chain Indonesia memproyeksikan sektor transportasi dan pergudangan mencapai Rp 1.713,24 triliun pada 2027, atau tumbuh 7,69%.

Direktur Utama CKB Logistics Iman Sjafei mengatakan, fasilitas Osowilangun diposisikan sebagai salah satu simpul distribusi untuk menghubungkan kebutuhan industri di Jawa Timur dengan pergerakan barang menuju Indonesia Timur.

“Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur dengan pergerakan barang menuju Indonesia Timur. Dengan hub yang terintegrasi, kami ingin menghadirkan visibilitas, kecepatan, dan kepastian proses yang lebih baik bagi pelanggan,” ujar Iman dalam keterangannya, Rabu (30/9).

Fasilitas Osowilangun telah beroperasi sejak 2017 dan memiliki kompleks pergudangan dengan luas sekitar 140.000 meter persegi. Dari total area tersebut, sekitar 20.000 meter persegi digunakan sebagai fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB).

Saat ini, tingkat okupansi fasilitas pergudangan CKB Logistics tersebut mencapai 82%. Tingkat utilisasi tersebut menjadi salah satu indikator permintaan terhadap fasilitas penyimpanan dan layanan logistik terintegrasi.

Selain pergudangan, fasilitas tersebut menggabungkan sejumlah layanan, mulai dari pengelolaan persediaan, penanganan barang, kepabeanan hingga distribusi.

Baca Juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA) Kejar Target Pendapatan Rp 2 Triliun Sampai Akhir 2026

Adapun fasilitas PLB memungkinkan fleksibilitas dalam proses inbound dan outbound serta penyimpanan barang sesuai ketentuan kepabeanan.

CKB Logistics juga menyediakan layanan seperti repacking, pelabelan dan konsolidasi. Melalui skema PLB, pembayaran bea dan pajak dapat ditunda hingga barang dikeluarkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, perkembangan ekonomi Jawa Timur turut menjadi salah satu faktor pendukung aktivitas logistik di kawasan tersebut. BPS mencatat ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96% pada kuartal I-2026 dan 5,72% pada kuartal II-2026.

Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Jawa Timur sepanjang 2026 tumbuh dalam kisaran 4,9%–5,7%. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi, investasi, ekspor, perdagangan, industri pengolahan dan konstruksi.

Iman mengatakan, CKB Logistics melihat kebutuhan terhadap layanan logistik terintegrasi masih memiliki ruang pertumbuhan seiring perkembangan aktivitas industri dan perdagangan.

Untuk meningkatkan efisiensi operasional, perusahaan juga mengembangkan aspek digitalisasi dan keberlanjutan pada fasilitas tersebut. Salah satunya melalui pemanfaatan pencahayaan alami berbasis skylight serta penggunaan forklift listrik.

“CKB terus meningkatkan keamanan, keandalan, integrasi, digitalisasi, ESG, efisiensi operasional, dan dukungan terhadap kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan,” kata Iman.

Baca Juga: Aktivitas Tambang Ilegal Masih Marak, IMEF Dorong Penindakan Tegas

Selain aspek operasional, CKB Logistics menjalankan sejumlah inisiatif lingkungan dan sosial, termasuk penanaman mangrove di Romokalisari, Surabaya, serta penggunaan kendaraan dengan standar emisi Euro 4.

Ke depan, perusahaan akan mengembangkan integrasi layanan dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi serta kemampuan merespons kebutuhan pelanggan.

“Digitalisasi membantu kami membaca kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat, sementara penerapan ESG memastikan pertumbuhan logistik berjalan seiring dengan efisiensi dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” tutup Iman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×