kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.898   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.159   -33,53   -0,54%
  • KOMPAS100 794   -2,13   -0,27%
  • LQ45 607   -1,33   -0,22%
  • ISSI 215   -2,01   -0,93%
  • IDX30 336   -0,78   -0,23%
  • IDXHIDIV20 430   -1,21   -0,28%
  • IDX80 91   -0,22   -0,24%
  • IDXV30 117   -0,83   -0,70%
  • IDXQ30 110   -0,09   -0,08%

Blok M Bertransformasi, Revitalisasi Terminal Ditargetkan Rampung 2029


Rabu, 07 Oktober 2026 / 09:50 WIB
Blok M Bertransformasi, Revitalisasi Terminal Ditargetkan Rampung 2029
ILUSTRASI. Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung (Dok/MRT Jakarta)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mendorong transformasi kawasan Blok M menjadi kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD) yang lebih terintegrasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluncurkan konsep desain Blok M Fase Ultimate yang akan memperluas ruang publik di kawasan tersebut.

Transformasi Blok M Hub menuju Blok M Fase Ultimate akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal mencakup revitalisasi terminal dan Blok M Hub untuk fungsi retail yang ditargetkan rampung pada 2029.

Baca Juga: Repower Asia (REAL) Mulai Ekspansi ke Bisnis Data Center

Pengembangan kemudian dilanjutkan dengan pembangunan gedung mixed-use pada tahun berikutnya.

Dalam proses transformasi tersebut, Pramono meminta agar identitas Blok M sebagai salah satu destinasi wisata perkotaan di Jakarta tetap dipertahankan.

“Secara khusus, saya berpesan agar selama proses transformasi, tetap memegang konsep utama Blok M sebagai tempat yang bersifat hidup, tempat untuk bekerja yang tidak putus, tempat yang terkoneksi dengan segala sesuatu di seluruh dunia, tempat segala sesuatu yang melihat kemajuan anak muda, dan juga tradisi budaya baru hasil kolaborasi yang datang dari mana saja,” ujar Pramono dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).

Menurut Pramono, pengembangan Blok M dapat menjadi contoh penerapan konsep TOD di kawasan lain seiring dengan pengembangan sistem transportasi publik perkotaan di Jakarta.

Baca Juga: Kawasan Industri Dinilai Perlu Bertransformasi Jadi Ekosistem Ekonomi

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, transformasi Blok M Fase Ultimate akan mencakup lima aspek utama. Pertama, revitalisasi terminal dan kedua, pengembangan kawasan mixed-use Blok M-Sisingamangaraja.

Selanjutnya, pengembangan akan mencakup integrasi dan interkoneksi antarmoda bagi pejalan kaki, pengembangan destinasi komersial baru yang dilengkapi gerai retail, fasilitas gaya hidup serta makanan dan minuman, serta penyediaan ruang terbuka publik yang lebih aman dan nyaman.

“Saat ini setiap hari sekitar 25 ribu pengunjung datang ke Blok M Hub. Tingginya angka kunjungan ini mendorong MRT Jakarta untuk menghadirkan desain baru yang memenuhi kebutuhan akan ruang-ruang interaksi yang lebih nyaman dan aman,” kata Tuhiyat.

Transformasi tersebut ditujukan untuk membentuk kawasan Blok M dan Sisingamangaraja sebagai pusat perkotaan yang aktif, inklusif, dinamis dan layak huni.

Baca Juga: Transisi Energi Dikebut, Ketahanan Energi dan Industri Domestik Jadi Kunci

Dari sisi pendanaan, revitalisasi Blok M Hub tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

MRT Jakarta sebagai pengelola kawasan akan mengandalkan skema creative financing dengan menggandeng sejumlah mitra strategis.

Pengembangan Blok M Fase Ultimate merupakan bagian dari rencana jangka panjang kawasan berorientasi transit Blok M-Sisingamangaraja.

Kawasan tersebut mencakup area di sekitar Stasiun Blok M dan Stasiun ASEAN, sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2020 tentang Panduan Rancang Kota Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Blok M dan Sisingamangaraja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×