kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Blok M terkoneksi MRT, Pakuwon senang


Jumat, 31 Oktober 2014 / 18:17 WIB
ILUSTRASI. Demon Slayer: KnY S3 Swordsmith Village Arc Episode 7, Simak Sinopsis & Jadwal Tayang


Reporter: Fahriyadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Dimulainya pembangunan stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta jalur elevated di depan Blok M Plaza mendapatkan apresiasi dari pihak PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) selaku pihak pengelola pusat perbelanjaan ini.

Direktur PT Pakuwon Jati, Stefanus Ridwan menyatakan stasiun MRT yang akan dibangun ini nantinya bakal terkoneksi dengan Blok M Plaza.

"Jadi kami dari Pakuwon sangat senang sekali dan kami ingin dimasa mendatang banyak orang datang ke Blok M Plaza tanpa perlu membawa kendaraan," ujarnya, Jumat (31/10).

Menurutnya, guna menyesuaikan kehadiran stasiun MRT ini pihak manajemen akan merenovasi Blok M Plaza dan disesuaikan dengan perkembangan.

Sejauh ini izin Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) terkait pembangunan renovasi ini sudah diajukan kepada pihak otoritas bandara Halim Perdanakusuma. Pasalnya, renovasi ini akan menambah sejumlah lantai yang juga akan berfungsi menjadi perkantoran.

"Kami belum bisa memastikan jumlah lantai dan nilai investasi karena izin KKOP ini belum disetujui," ujarnya.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, M. Nasyir menyambut baik kerjasama ini. Dia berharap bahwa ketika MRT ini terbangun, Blok M Plaza bisa semakin ramai.

Namun, pengembangan ini belum tentu diizinkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Belum lama ini, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama mengatakan akan mengevaluasi moratorium pembangunan mal di Jakarta hanya untuk daerah Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Dengan keberadaan Blok M Plaza yang masuk wilayah Jakarta Selatan, rencana ini bisa saja gagal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×