kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi: Harusnya MRT dibangun 26 tahun yang lalu


Jumat, 19 September 2014 / 10:12 WIB
ILUSTRASI. Warga membeli kebutuhan pokok dan bahan makanan di Pasar Tanjung Duren, Jakarta, Minggu (19/3/2023). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menilai proyek pembangunan mass rapid transit yang tengah dibangun saat ini sebenarnya sudah terlambat. Seharusnya, kata Jokowi, pembangunan angkutan transportasi massal itu sudah mulai dikerjakan sejak 26 tahun lalu.

"Harusnya MRT 26 tahun lalu sudah dimulai dan 20 tahun lalu sudah kita miliki. Karena rencananya sudah 26 tahun yang lalu," kata Jokowi dalam diskusi "Indonesia Hari Ini" di Balai Kartini, Jakarta Pusat, Kamis (18/9) malam.

Namun, kata Jokowi, dari tahun ke tahun Jakarta justru lebih memprioritaskan pembangunan jalan tol dibandingkan transportasi massal. Akibatnya, mobil-mobil pribadi justru mendominasi dan menimbulkan kemacetan yang tak terhindarkan di Ibu Kota.

"Data yang saya dapatkan tahun 80-an, transportasi umum ada 18 persen, tapi sekarang turun 4 persen. Yang banyak mobil-mobil pribadi. Ini sebuah kekeliruan besar," ujar dia.

Jokowi mengaku puas bisa memulai pembangunan proyek angkutan massal dalam kepemimpinannya yang singkat di Ibu Kota. Setelah menjadi presiden nanti, dia berjanji akan tetap memprioritaskan angkutan massal baik di Jakarta maupun di kota-kota besar lainnya.

"Jangan didahulukan jalan tolnya dulu. Kalau jalan tol dibuat yang masuk adalah mobil. Transportasi massal harus jadi pilihan utama kita," ujarnya. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×