kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45923,96   -11,56   -1.24%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BPJT menunggu menteri PUPR tetapkan pemenang tender proyek MLFF


Minggu, 17 Januari 2021 / 21:58 WIB
BPJT menunggu menteri PUPR tetapkan pemenang tender proyek MLFF
ILUSTRASI. Implementasi Sistem Transaksi Tol Non-tunai Nir-sentuh ini dipastikan pada tahun 2023.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) belum menegaskan pemenang tender proyek Sistem Transaksi Tol Nontunai Nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF). Kepala BPJT, Danang Parikesit mengatakan bahwa proses penetapan pemenang dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

"Proses penetapan pemenang dilakukan oleh menteri. Ada tahapannya, termasuk menjawab tanggapan dari pemenang lelang supaya tuntas, sehingga menteri bisa membuat penetapan," kata Danang kepada Kontan.co.id, Minggu (17/1).

Dia mengatakan, posisi Kementerian PUPR adalah sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK). Dengan demikian, menunggu kuasa tersebut. "Penetapan kan dari menteri selaku PJPK. Nah kami melaksanakan selaku kuasa PJPK," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan pengumuman Penetapan Hasil Evaluasi Sampul II yang ditetapkan pada Selasa, tanggal 5 Januari 2021, kedua peserta lelang yang tersisa adalah Roatex Ltd Zrt yang berkedudukan di Budapest, Hongaria, yang duduk peringkat pertama. Lalu, posisi kedua ditempati oleh Konsorsium NTS yang terdiri dari PT Nusantara Telematic System, PJSC Mostotrest, dan Service Telematics LLC asal Rusia.

Baca Juga: Pembayaran tanpa kontak makin diminati, hanya 16% berencana kembali ke konvensional

Sistem Transaksi Tol Non-tunai Nir-sentuh atau MLFF ini dikerjasamakan dalam jangka waktu sepuluh tahun dengan nilai investasi yang diusulkan Roatex Ltd Zrt sebesar Rp 6,45 triliun. Sementara lump sum service fee tahun pertama operasi secara komersial diusulkan senilai Rp 1,22 triliun. Adapun service fee per tolled lane tahun pertama operasi secara komersial diusulkan senilai Rp 549,25 juta.

Kepala BPJT Danang Parikesit menambahkan, Sistem Transaksi Tol MLFF ini merupakan upaya efisiensi di segala segmen dan bidang jalan tol. "Dengan sistem transaksi MLFF ini diharapkan memperlancar dan mempercepat arus kendaraan karena tidak ada lagi barrier atau gerbang tol," ucap Danang.

Dia memastikan implementasi Sistem Transaksi Tol Non-tunai Nir-sentuh ini pada tahun 2023 mendatang.

Baca Juga: Pemenang tender MLFF diumumkan pada 15 Januari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×