kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.992.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.020   46,00   0,27%
  • IDX 7.039   -97,81   -1,37%
  • KOMPAS100 973   -15,76   -1,59%
  • LQ45 717   -11,40   -1,57%
  • ISSI 245   -4,36   -1,75%
  • IDX30 388   -3,58   -0,91%
  • IDXHIDIV20 485   -1,98   -0,41%
  • IDX80 109   -1,91   -1,72%
  • IDXV30 132   0,33   0,25%
  • IDXQ30 126   -0,73   -0,57%

Digital Edge Raih Green Financing US$665 Juta untuk Proyek Data Center CGK


Senin, 16 Maret 2026 / 11:37 WIB
Digital Edge Raih Green Financing US$665 Juta untuk Proyek Data Center CGK
ILUSTRASI. Pengembang pusat data Digital Edge (Dok./Digital Edge)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pengembang pusat data Digital Edge berhasil mengamankan pembiayaan hijau senilai US$665 juta untuk mendukung pengembangan fase pertama kampus pusat data CGK berkapasitas 500 megawatt (MW) di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Bekasi.

Pendanaan ini menjadi bagian dari rencana pembangunan kampus pusat data multi-fase senilai US$4,5 miliar yang ditargetkan menjadi salah satu kampus pusat data hyperscale siap kecerdasan buatan (AI) terbesar di Indonesia.

Pembiayaan tersebut dilakukan di bawah Green Financing Framework milik Digital Edge dan disebut sebagai pembiayaan hijau terbesar yang pernah diperoleh untuk proyek pusat data di Indonesia.

Baca Juga: GINSI Keluhkan Penangguhan Penerbitan Gate Pass di Terminal Petikemas

Chief Financial Officer Digital Edge Jonathan Walbridge mengatakan, langkah ini juga sejalan dengan ambisi perusahaan untuk mencapai karbon netral pada 2030 sekaligus memperkuat posisi Digital Edge sebagai penyedia infrastruktur digital berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.

Menurutnya, Indonesia saat ini berada dalam fase percepatan transformasi digital yang ditandai dengan meningkatnya permintaan terhadap kapasitas pusat data, layanan cloud, serta infrastruktur AI.

“Pembiayaan hijau berskala besar seperti ini mendukung penerapan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) serta komitmen Indonesia menuju Net Zero 2060, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi digital nasional yang semakin signifikan,” ujar Jonathan dalam siaran pers, Senin (16/3/2026).

Nilai pembiayaan yang setara lebih dari Rp10 triliun itu juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan lembaga keuangan global dan nasional terhadap potensi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekosistem digital berkelanjutan di kawasan.

Kampus pusat data CGK sendiri dirancang untuk menopang beban kerja AI dan aplikasi data-intensif dengan performa tinggi sekaligus efisiensi energi.

Baca Juga: Usai Jual Emas Perdana, Merdeka Gold Resources (EMAS) Catat Kenaikan Cadangan Bijih

Fasilitas ini menargetkan annualized Power Usage Effectiveness (PUE) sebesar 1,25, serta dilengkapi sistem air daur ulang, rencana integrasi energi terbarukan, dan persiapan untuk memperoleh sertifikasi LEED.

Keberadaan infrastruktur di kawasan GIIC yang telah dilengkapi sistem air daur ulang double-loop juga disebut menjadi faktor penting yang memungkinkan penerapan desain berkelanjutan dalam pembangunan kampus pusat data berskala besar tersebut.

Dari sisi pendanaan, pembiayaan hijau ini dipimpin oleh sejumlah lembaga keuangan global dan nasional, yakni BNP Paribas, Clifford Capital, Crédit Agricole CIB, DBS Bank, Mizuho Bank, OCBC Bank, Bank Central Asia, serta Sumitomo Mitsui Banking Corporation sebagai Mandated Lead Arrangers.

Baca Juga: Truk Sumbu Tiga Bandel Saat Pembatasan Lebaran, Antrean Gilimanuk Mengular

Sementara itu, Crédit Agricole CIB, DBS Bank, dan Bank Central Asia juga bertindak sebagai Green Facility Coordinators dalam transaksi tersebut.

“Pencapaian ini terwujud berkat dukungan kuat dari mitra pembiayaan kami, baik yang sudah lama bekerja sama maupun yang baru, yang berbagi komitmen terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab,” tutup Jonathan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×