kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Bulog beli gabah dan beras dengan HPP baru


Kamis, 19 Maret 2015 / 15:59 WIB
Bulog beli gabah dan beras dengan HPP baru
ILUSTRASI. JAKARTA - Karyawan menunjukkan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Badan Urusan Logistik (Bulog) mulai membeli gabah dan beras petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang baru.

Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) No.5 tahun 2015 yang diteken Presiden Joko Widodo, harga pembelian gabah kering Rp 3.700 per kilogram (kg) di petani atau Rp 3.750 di penggilingan.

Untuk pembelian gabah kering giling harganya Rp 4.600 di penggilingan atau Rp 4.650 per kg di gudang Perum Bulog. Sementara harga pembelian beras Rp 7.300 per kg.

Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Lely Pelitasari S mengatakan, Bulog telah menginstruksikan anggota Bulog di daerah melakukan pembelian gabah dan beras dengan HPP baru mulai hari ini, Kamis (19/3).

"Bulog baru memperoleh Inpres-nya kemarin dan sorenya kita langsung kirim ke daerah-daerah agar membeli gabah dan beras sesuai dengan HPP baru," ujar Lely di Gedung Bulog, Kamis (19/3).

Lely menjelaskan, HPP beras saat ini naik 10,6% menjadi Rp 7.300 per kg dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 6.600 per kg. Sementara harga gabah kering giling mengalami kenaikan 10,71% menjadi Rp 4.650 per kg dari sebelumnya Rp 4.200 per kg.

Dengan HPP baru itu, imbuh Lely, Bulog menargetkan bisa menyerap beras dan gabah sebanyak 2,5 juta - 2,75 ton sepanjang tahun 2015. Target itu lebih tinggi dibanding penyerapan Bulog tahun lalu sebesar 2,39 juta ton.

Agar mampu menyerap sebesar itu, Lely menjelaskan, Bulog berencana menyerap gabah dan beras pada musim panen sebanyak mungkin.

Lely mengakui harga Bulog ini masih di bawah harga pasar yang saat ini sekitar Rp 7.800 per kg. Namun Lely mengatakan, bila musim panen dan hasilnya seusai target bahkan mungkin surplus, maka harga gabah dan beras akan terbentuk di bawah HPP atau setara dengan HPP. "Nah di situ Bulog akan menyerap beras dari petani,"  kata Lely.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×