kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Bumi Resources Minerals (BRMS) akan ujicoba wet run di tambang emas Poboya


Minggu, 22 Desember 2019 / 16:28 WIB
ILUSTRASI. tambang emas PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tambang emas milik PT Bumi Resources Minerals (BRMS) semakin mendekati waktu operasional. Setelah sebelumnya BRMS melakukan uji dry run di tambang emas Poboya, kini BRMS melalui PT Citra Palu Minerals (CPM) akan masuk pada tahap uji wet run.

Tahap uji coba wet run akan dilakukan besok Senin (23/12). Tes wet run dilakukan ketika semua peralatan di dalam pabrik diuji bersama menggunakan air, bahan kimia, dan bijih sampel sebelum dioperasikan sepenuhnya.

Suseno Kramadibrata, CEO Bumi Resources Minerals mengatakan, uji dry run baru saja diselesaikan pada 21 Desember 2019. Adapun wet run test dilakukan untuk menyempurnakan peralatan agar dapat berfungsi dengan baik.

Baca Juga: Bumi Resources Minerals (BRMS) mulai uji coba dry run di tambang emas Poboya

“Setelah pabrik pengolahan dan sistem operasi dapat berjalan dengan baik, kami berharap untuk melanjutkan dengan Produksi percobaan pada Januari 2020,” tulis Suseno dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Minggu (22/12).

Untuk diketahui, BRMS memiliki 96,97% saham CPM yang mengoperasikan 85.180 hektare konsesi penambangan emas di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Sebagai bagian dari konsesi, situs tambang Poboya diperkirakan memiliki cadangan bijih 3,9 juta ton dan sumber daya bijih sebanyak 7,9 juta ton.

Pada tahun pertama, BRMS menargetkan dapat memproduksi 100.000 ton bijih per tahun. Sementara untuk tahun berikutnya, produksi akan konsisten di angka 180.000 ton per tahun.

Adapun valuasi kotor dari tambang CPM ini mencapai US$ 1,47 miliar dengan usia tambang diperkirakan mencapai 8 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×