Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MRT Jakarta (Perseroda) terus mempercepat pembangunan jaringan baru untuk memperluas jangkauan layanan transportasi publik di Jakarta. Ekspansi jaringan MRT Jakarta tersebut berpotensi membuka peluang permintaan bagi industri konstruksi dan berbagai sektor pendukungnya.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, pembangunan jalur MRT dari Bundaran HI menuju Kota dan Ancol terus berjalan. Saat ini, progres pembangunan jalur tersebut telah mencapai sekitar 63%.
“Mandat yang pertama konstruksi kita lanjutkan dari HI ke utara, stasiun Kota dan Ancol. Saat ini sudah sekitar 63% progres dan publik bisa menikmati ini di tahun 2029 sampai Kota,” ujar Tuhiyat dalam acara peresmian naming right Stasiun MRT Blok A Visa, Selasa (11/8/2026).
Selain melanjutkan pembangunan jalur Utara-Selatan, MRT Jakarta juga menyiapkan pembangunan jalur Timur-Barat yang menghubungkan Medan Satria hingga Tomang. Proyek tersebut kini memasuki tahap persiapan pembangunan untuk sejumlah paket pekerjaan.
Baca Juga: PLN Ungkap Proyeksi Kebutuhan Investasi untuk PLTS 100 GW Tembus Rp 1.781,9 Triliun
Tuhiyat mengatakan, proses lelang atau bidding untuk beberapa paket pekerjaan pada jalur Timur-Barat saat ini tengah berjalan. Pembangunan koridor tersebut menjadi bagian dari agenda ekspansi jaringan MRT Jakarta dalam memperluas konektivitas transportasi publik.
“Pada waktu yang bersamaan paralel kita saat ini membangun jalur Timur-Barat Medan Satria-Tomang yang sekarang sedang dilakukan bidding untuk membangun beberapa paket pekerjaan,” lanjut Tuhiyat.
Pembangunan jaringan MRT Jakarta tersebut akan mencakup berbagai pekerjaan infrastruktur, mulai dari jalur bawah tanah, stasiun, jalur layang hingga fasilitas pendukung operasional MRT.
Ekspansi jaringan MRT Jakarta berpotensi meningkatkan permintaan terhadap jasa kontraktor, konsultan teknik, pemasok material konstruksi, hingga perusahaan yang menyediakan sistem pendukung perkeretaapian.
Selain pembangunan jalur, MRT Jakarta juga menyiapkan alternatif depo di wilayah timur Jakarta. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk mendukung pengembangan jaringan sekaligus mengantisipasi peningkatan kapasitas layanan MRT Jakarta.
Baca Juga: DEWA Ungkap Peluang IPO GMR dan Progres Eksplorasi Tambang Emas & Tembaga di Aceh
Dengan pembangunan sejumlah koridor yang dilakukan secara paralel, prospek industri konstruksi di sektor infrastruktur transportasi diperkirakan masih terbuka dalam beberapa tahun mendatang.
Peluang tersebut terutama dapat dinikmati perusahaan konstruksi dan sektor pendukung yang memiliki kapasitas serta pengalaman dalam mengerjakan proyek infrastruktur transportasi massal.
Ekspansi MRT Jakarta pada akhirnya tidak hanya memperluas jaringan transportasi publik di Ibu Kota, tetapi juga berpotensi menciptakan multiplier effect bagi rantai pasok industri konstruksi, mulai dari pekerjaan konstruksi hingga penyediaan material dan sistem pendukung transportasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
