kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Cambridge Petakan 8 Prinsip Integrasi AI dalam Sistem Pendidikan


Minggu, 11 Oktober 2026 / 21:15 WIB
Cambridge Petakan 8 Prinsip Integrasi AI dalam Sistem Pendidikan
ILUSTRASI. Cambridge Petakan 8 Prinsip Integrasi AI dalam Sistem Pendidikan (Dok/Cambridge)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cambridge University Press & Assessment merekomendasikan delapan prinsip untuk memperkuat integrasi kecerdasan buatan (AI) di lingkungan sekolah. Salah satu rekomendasinya adalah melibatkan guru dan peserta didik dalam penyusunan kebijakan hingga evaluasi penggunaan teknologi AI generatif (GenAI).

Dalam laporan bertajuk Shaping AI Policy and Practice in English Language Teaching, Cambridge menilai pembuat kebijakan di Indonesia perlu memperkuat investasi pada pelatihan profesional guru secara menyeluruh dan berkelanjutan. Langkah ini diperlukan agar guru mampu memanfaatkan AI secara efektif sekaligus mengevaluasi teknologi tersebut secara kritis.

Director of Research, English, Cambridge University Press & Assessment, Dr Evelina Galaczi mengatakan, perkembangan teknologi yang cepat belum sepenuhnya diimbangi kebijakan dan pendekatan yang konsisten dalam penerapan AI di sektor pendidikan.

“Kebijakan sering kali kesulitan mengikuti pesatnya perkembangan teknologi, sementara guru dituntut untuk terus beradaptasi. Kondisi ini telah menciptakan kesenjangan pengetahuan dan pendekatan yang tidak konsisten dalam pendidikan dan adopsi AI,” ujar Evelina dalam laporan tersebut.

Baca Juga: SAP Perluas Adopsi AI, Bidik Efisiensi Operasional Bisnis

Menurut dia, kondisi tersebut membuat guru di Indonesia dan berbagai negara lainnya harus membangun pemahaman praktis mengenai penerapan AI yang bertanggung jawab di ruang kelas.

Cambridge menyusun rekomendasi tersebut berdasarkan praktik pengajar bahasa Inggris di berbagai negara yang telah mengadopsi GenAI, serta riset sebelumnya mengenai pemanfaatan AI oleh guru. Laporan ini bertujuan menyediakan kerangka yang lebih terstruktur di tengah penerapan AI di sekolah yang masih kerap berjalan secara terpisah.

Selain pelatihan guru dan pelibatan peserta didik, Cambridge merekomendasikan penguatan literasi AI kritis dalam kurikulum. Peserta didik perlu dibekali kemampuan untuk memeriksa akurasi keluaran AI, mengenali bias, serta menggunakan teknologi tersebut sebagai alat bantu belajar dan bukan sebagai jalan pintas.

Cambridge juga menilai kerangka kurikulum dan penilaian perlu disesuaikan agar tidak hanya berfokus pada hasil akhir pembelajaran, tetapi turut memperhitungkan proses belajar, refleksi peserta didik, pemanfaatan umpan balik, dan kemampuan berpikir mandiri.

Baca Juga: Industri Membutuhkan Tenaga Terampil, Pendidikan Vokasi Perkuat Praktik

Rekomendasi lainnya mencakup penetapan hasil pendidikan yang berpusat pada manusia, perlindungan privasi data, transparansi dan akuntabilitas penggunaan AI, serta perlindungan terhadap otonomi dan penilaian profesional guru dalam memilih dan menerapkan perangkat AI.

Cambridge turut menekankan pentingnya pemerataan akses terhadap perangkat AI berkualitas dengan mempertimbangkan keberagaman bahasa, konteks lokal, aksesibilitas, dan keterbatasan sumber daya di lingkungan pendidikan. Hal ini diperlukan agar penerapan GenAI tidak memperlebar kesenjangan yang sudah ada.

Evelina mengatakan, guru yang berhasil bereksperimen dengan AI di ruang kelas tetap mengutamakan pertimbangan profesional, pembelajaran yang berpusat pada manusia, dan literasi AI kritis.

Dengan pendekatan tersebut, AI diharapkan dapat mendukung proses pengajaran dan pembelajaran secara efektif dan bertanggung jawab, tanpa menggantikan proses belajar yang seharusnya dijalani peserta didik.

Baca Juga: Adopsi AI Melesat, Metrodata (MTDL) Genjot Bisnis Data dan AI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×