Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi perusahaan terhadap teknologi artificial intelligence (AI) menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis data dan AI PT Mitra Integrasi Informatika (MII), entitas anak PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL). MII melihat permintaan terhadap solusi tersebut masih memiliki ruang ekspansi yang besar di Indonesia.
Presiden Direktur MII Alexander Kuntoro mengatakan, bisnis data dan AI di MII tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bisnis teknologi secara keseluruhan. Menurut dia, pertumbuhan industri data dan AI dapat mencapai lebih dari 30%-40%.
"Data dan AI itu di internal kami secara industri grow eksponensial, yang seperti saya bilang. Jadi grow-nya itu tidak seperti pertumbuhan-pertumbuhan perkembangan perusahaan yang 5%-10%, tapi grow-nya itu even sampai di atas 30%-40%. Karena memang customer di semua jajaran top management di customer, AI itu adalah menjadi inisiatif utama," ujar Alexander, ketika dijumpai, Rabu (30/9/2026).
Menurut Alexander, potensi pertumbuhan sektor data dan AI masih terbuka lebar karena tingkat adopsi AI di Indonesia masih berada pada tahap awal. Saat ini, sejumlah perusahaan masih menjalankan proyek percontohan atau pilot project dengan skala terbatas.
Baca Juga: PMI Manufaktur Naik ke 52,4, Inaplas Waspadai Tekanan Harga Gas dan Impor
Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi, manajemen MII juga melihat belanja perusahaan untuk teknologi AI masih berjalan. Korporasi dinilai cenderung mempertahankan investasi di bidang AI dibandingkan sejumlah area teknologi lainnya.
Ia mengatakan, perusahaan justru masih mempertahankan belanja untuk AI, sedangkan investasi pada beberapa area teknologi lainnya ditahan atau dilakukan efisiensi.
“Jadi makanya kalau dilihat mungkin growth-nya kami di solusi gitu ya yang mensupportkan sesebuah enterprises, growth-nya single digit. Tapi untuk khusus data dan AI growth-nya lebih besar dibandingkan the whole component keseluruhan,” terangnya.
Berdasarkan data Metrodata, bisnis Data & AI MTDL mencatat pertumbuhan sebesar 52% secara tahunan pada semester I-2026. Sementara itu, bisnis Hybrid AI yang mencakup hybrid IT dan infrastructure tumbuh 171% secara tahunan pada periode yang sama.
Selain AI, kebutuhan terhadap cybersecurity juga masih menjadi salah satu area yang mendapatkan perhatian dari korporasi. Kondisi tersebut sejalan dengan semakin tingginya ketergantungan operasional perusahaan terhadap teknologi digital.
Perkuat solusi hybrid data dan AI
Untuk menangkap peluang pertumbuhan bisnis tersebut, MII terus memperluas kapabilitasnya dalam menyediakan solusi data dan AI. Salah satunya dilakukan melalui kolaborasi dengan Cloudera untuk menawarkan Cloudera Anywhere Cloud kepada perusahaan di Indonesia.
Baca Juga: Marak Tambang Ilegal, Perhapi Desak Pembentukan Badan Pengumpul Emas Rakyat
Kerja sama tersebut menggabungkan platform hybrid data dan AI Cloudera dengan kapabilitas MII, mulai dari perencanaan dan desain, implementasi, hingga pengelolaan operasional.
Solusi ini menyasar perusahaan yang memiliki data dan workload yang tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari public cloud, private data center hingga sovereign infrastructure.
MII menyediakan layanan mulai dari discovery dan design, termasuk pemahaman KPI bisnis, analisis kesiapan data, AI envisioning dan perancangan arsitektur. Layanan tersebut kemudian dilanjutkan dengan implementasi yang mencakup konfigurasi platform, data foundation, serta analytics dan AI engineering.
Dari sisi bisnis MII, Alexander mengatakan cloud computing saat ini masih menjadi kontributor terbesar. Di dalam bisnis tersebut, terdapat pula kebutuhan infrastruktur untuk data.
"Di cloud computing, area solusi cloud computing. Di mana tapi di dalamnya cloud computing juga ada infrastruktur untuk data," pungkasnya.
Ke depan, MII akan terus berinvestasi untuk memperkuat kapabilitas data dan AI. Perseroan juga menargetkan dapat menjadi penyedia solusi yang mampu mendukung berbagai lingkungan dan perusahaan di Indonesia, dengan tetap memperhatikan regulasi, kebutuhan data sovereignty serta governance.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














