kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

SAP Perluas Adopsi AI, Bidik Efisiensi Operasional Bisnis


Kamis, 08 Oktober 2026 / 20:49 WIB
SAP Perluas Adopsi AI, Bidik Efisiensi Operasional Bisnis
ILUSTRASI. SAP Perluas Adopsi AI, Bidik Efisiensi Operasional Bisnis (Dok/SAP)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan perangkat lunak multinasional, SAP SE memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong otomatisasi operasional perusahaan melalui konsep Autonomous Enterprise. 

Pengembangan ini diarahkan untuk membantu perusahaan mengintegrasikan AI ke berbagai fungsi bisnis, mulai dari keuangan, rantai pasok, sumber daya manusia (SDM), hingga pengadaan.

Langkah tersebut diperkenalkan SAP dalam ajang SAP Connect pada 6 Oktober 2026. SAP menunjukkan penerapan Joule Work dan Joule Assistants yang terintegrasi dengan SAP Business AI Platform untuk membantu perusahaan menjalankan pekerjaan operasional berbasis data.

CEO SAP SE, Christian Klein mengatakan, penerapan Autonomous Enterprise ditujukan untuk menghubungkan kecerdasan di berbagai fungsi bisnis sehingga dapat menghasilkan dampak yang terukur bagi perusahaan.

Baca Juga: Perkuat Layanan Transformasi Digital, Integra Solusi Mandiri Raih SAP Gold Partner

"Autonomous Enterprise telah hadir. Melalui Joule dan SAP Autonomous Suite yang dibangun di atas SAP Business AI Platform, kami membantu organisasi seperti Novartis, Morgan Foods, Nestle, dan PwC menghubungkan kecerdasan di seluruh fungsi bisnis untuk menghasilkan dampak bisnis yang nyata," ujar Christian dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).

SAP menyebut penggunaan AI mulai diterapkan untuk mengubah proses bisnis yang sebelumnya bersifat reaktif menjadi lebih prediktif. Di Morgan Foods, misalnya, teknologi AI digunakan untuk menghubungkan data permintaan, persediaan barang, dan pasokan pemasok guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Sementara itu, Nestle memanfaatkan Joule dan Accounts Receivable Assistant untuk membantu memprioritaskan pekerjaan penagihan berdasarkan risiko dan konteks bisnis, sekaligus merekomendasikan tindakan yang perlu dilakukan tim keuangan.

Dari sisi pengadaan, Novartis bersama SAP mengembangkan Joule Sourcing Assistant. Teknologi tersebut diarahkan untuk menangani pekerjaan manual sehingga profesional pengadaan dapat lebih fokus pada strategi, hubungan dengan pemasok, dan penciptaan nilai.

SAP juga memperluas penggunaan Joule Work sebagai antarmuka berbasis AI. Teknologi ini memungkinkan karyawan berinteraksi dengan solusi SAP menggunakan bahasa alami dengan memanfaatkan data dari SAP maupun pihak ketiga.

SAP menyebut Joule Work telah digunakan oleh 110.000 karyawannya dan mencatat peningkatan produktivitas sebesar 20% pada bidang keuangan, SDM, dan pengadaan.

Baca Juga: Penggunaan Kecerdasan Buatan Meluas, Pemilik Bisnis Perlu Perhatikan Risikonya

Selain itu, Joule Assistants dikembangkan untuk menjalankan pekerjaan operasional secara langsung di dalam alur kerja bisnis. 

Sistem tersebut menggunakan data, otorisasi, serta audit trail, dengan tingkat otonomi yang dapat ditentukan oleh pelanggan.

Dalam implementasinya, SAP mencatat sejumlah penggunaan AI untuk fungsi bisnis. Pada fungsi keuangan, International Trade Assistant telah mengurangi pekerjaan yang dibutuhkan untuk klasifikasi transaksi hingga 50%.

Pada rantai pasok, AI digunakan untuk membantu mempercepat penyelesaian gangguan dalam proses perencanaan, manufaktur, dan logistik. Sementara pada pengadaan, teknologi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi peluang penghematan berdasarkan benchmark perusahaan sejenis.

SAP juga menyiapkan SAP Business AI Platform sebagai fondasi untuk membangun dan mengelola AI di lingkungan SAP maupun pihak ketiga. Melalui Joule Studio, pengguna bisnis dan pengembang dapat membangun skills dan agen AI dengan pilihan lebih dari 70 model AI.

Selain pengembangan AI, SAP mengumumkan ekspansi ke layanan pembayaran melalui SAP Pay yang terintegrasi langsung dengan SAP Cloud ERP. Layanan tersebut ditujukan untuk menjalankan dan merekonsiliasi pembayaran dalam alur kerja yang sama ketika faktur jatuh tempo.

SAP juga memperluas kemitraan untuk mendukung penggunaan AI dalam proses bisnis. Salah satunya dengan Moody’s Corporation untuk mengintegrasikan data pemantauan risiko pemasok ke dalam SAP Ariba Supplier Lifecycle and Performance.

Dengan integrasi tersebut, tim pengadaan dapat memperoleh informasi mengenai kondisi keuangan pemasok, risiko operasional, dan status regulasi ketika keputusan bisnis perlu diambil.

Baca Juga: Adopsi AI Melesat, Metrodata (MTDL) Genjot Bisnis Data dan AI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×